ilustrasi KJI

DEPOK, MENARA62.COM – Sebanyak 34 tim dari 20 perguruan tinggi ambil bagian dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-XV dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-XI Tahun 2019. Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut resmi dibuka pada Jumat (8/11/2019), di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Jawa Barat.

Kegiatan yang akan berlangsung 7-10 November 2019 tersebut, diikuti oleh para finalis berjumlah 34 tim, dari 20 Perguruan tinggi se-Indonesia. Masing-masing terdiri dari 24 tim untuk lomba KJI, yang akan berkompetisi di 3 cabang lomba, yaitu Jembatan model Cable Stayed, Jembatan Model Pelengkung, Jembatan Rangka Baja berskala jalan raya; serta10 tim untuk lomba KBGI.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ismunandar, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa teknik sipil terkait pembangunan jembatan dan bangunan gedung di Indonesia.

“Perlombaan ini digelar untuk mengetahui sejauh mana kompetensi di bidang membangun jembatan dan gedung, untuk kampus-kampus yang membuka jurusan teknik sipil,” ujar Ismunandar dalam siaran persnya, Jumat (8/11/2019).

Ismunandar menambahkan, nantinya sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini akan disampaikan ke masyarakat umum sebagai bentuk pengabdian untuk masyarakat. Hal ini karena desain jembatan dan bangunan yang dihasilkan dari kegiatan ini telah layak pakai dan diterapkan.

“Untuk percepatan pembangunan rumah tinggal, maka melalui kegiatan ini perlunya kreativitas dari mahasiswa untuk menghasilkan seperti tipe-tipe sambungan yang mungkin lebih dari yang ada di buku,” ungkapnya.

Ketua Panitia kegiatan, Agung Budi Broto, mengatakan gelaran yang mengusung tema “Jembatan Kokoh, Ringan, Indah, dan Inovatif” untuk KJI, dan “Bangunan Hunian Bertingkat, Futuristik, Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan” untuk KBGI ini, banyak menyisakan kejutan, diantaranya seperti tim-tim menonjol tidak lagi berasal dari kampus yang berada di pulau Jawa seperti di tahun-tahun sebelumnya.

“Banyak kejutan yang terjadi. Para finalis di tahun ini yang menonjol berasal dari kampus di luar pulau Jawa, seperti dari Politeknik Negeri Ujung Pandang yang mempunyai potensi yang baik. Serta ada juga Perguruan tinggi baru yang kemudian bisa menyodok menjadi finalis,” tutur Angung Budi.

Menurut dia, hal ini menunjukan bahwa dominasi kompetensi di bidang teknik sipil tidak lagi dipegang oleh kampus-kampus di Jawa. Serta hal itu juga menjadi tanda bahwa terjadi pemerataan kualitas Politeknik yang ada di Indonesia.

Sementara Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Abdillah, menyampaikan apresiasi atas dipercayanya PNJ sebagai tuan rumah kegiatan ini. Ia menuturkan PNJ sebelumnya telah dua kali menjadi tuan rumah serta sekaligus merupakan penggagas dari perlombaan KJI dan KBGI ini.

Abdillah mengungkapkan, ada hal baru dari digelarnya perlombaan tahun ini, yaitu akan adanya nominasi juara terinovasi yang akan diberikan kepada peserta yang memenuhi kriteria. “Tahun ini ada yang beda, akan ada juara terinovasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Abdillah mengungkapkan, dalam rangka mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik, selama kegiatan berlangsung peserta diwajibkan untuk tidak menggunakan alat-alat berbahan plastik. “Kami akan memberikan tempat air minum berbahan kaca serta beberapa alat lain yang diusahakan tidak menggunakan plastik,” tuturnya.