Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla melakukan ground breaking menandai dimulainya pembangunan Masjid Apung Ancol, Jakarta, Sabtu (9/11/2019). (Foto: Antara)

JAKARTA, MENARA62.COM – Menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, proyek pembangunan Masjid Apung Ancol, Jakarta, bergulir. Ditandai ground breaking oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI)/mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK), Sabtu (9/11/2019), masjid di Pantai Ria Ancol ini sekaligus untuk menandai pusat peradaban penyebaran agama Islam yang dimulai dari kawasan tersebut.

Masjid Apung Ancol di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, menurut Anies, juga didirikan untuk mewujudkan wisata kultural yang berkesetaraan untuk warga Jakarta. Pasalnya, ada warga Jakarta yang bertahun-tahu tak punya kemampuan secara finansial untuk masuk menikmati kawasan hiburan dan wisata Pantai Ancol.

“Mereka dilewatkan, tidak sebagaimana warga lain yang bisa beli tiket di Ancol dan Dufan (Dunia Fantasi). Kita ingin tempat ini setara untuk semuanya,” ujar Anies dalam acara pencanangan tiang pertama Masjid Apung Ancol itu.

Masjid Apung tersebut nantinya akan ditargetkan menjadi ikon wisata kultural yang memberikan pengalaman baru untuk jamaah. Sekaligus memfasilitasi kebutuhan ibadah umat muslim yang sedang berlibur di Ancol.

“Kita berkeinginan ada fenomena alam yang dirasakan yang mengunjungi masjid ini, posisinya di atas permukaan air laut, dengan hamparan langit terbuka. Ini unik karena tidak ada masjid yang di pinggir laut Jakarta,” ujar Anies.

Pembangunan Masjid Apung Ancol sendiri telah menjadi pembicaraan antara Anies dan JK. “Pak JK, kita bersyukur karena apa yang kita bicarakan panjang lebar untuk kawasan Ancol menjadi kawasa dimana wisata bisa multiaspek, termasuk di dalamnya wisata kultural, ada pengalaman baru masyarakat yang hadir,” ujar Anies.

“Bukan hanya hiburan keluarga bersenang-sennag, tapi ada ikon masjid unik saat mereka berjalan di Ancol,” sambung Anies.

Anies mengatakan Masjid Apung nantinya tidak hanya sekedar menjadi ikon masjid masa kini. Namun, dapat menjadi ikon masjid di beberapa dekade mendatang seperti halnya Masjid Luar Batang, Sunda Kelapa..

JK menanggapi positif pembangunan Masjid Apung tersebut di kawasan Ancol. Sebab, selama ini Ancol seringkali diasosiasikan sebagai kawasan hiburan yang minim tempat ibadah nyaman bagi pengunjungnya.

“Dulu Ancol asosiasinya ke hiburan karena sudah menjadi tempat kumpul keluarga, orang tak punya batas waktu. Sehingga waktu shalat, dia (Ancol) ramai… Makanya, butuh tempat ibadah yang dapat memenuhi kebutuhan agama secara sah,” ujar JK.

Desain Masjid

Desain Masjid Apung Ancol. Pembangunannya dicanangkan rampung dalam setahun.

Masjid Apung Ancon dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai pengembang. Proses pembangunannya direncanakan memakan waktu satu tahun dengan lokasi menjorok dari daratan ke kawasan Pantai Ria Ancol.

Nantinya, area masjid memiliki luas 2.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 2.500 orang jemaah. Bangunan akan berbentuk segi lima yang mencerminkan rukun Islam serta jumlah waktu shalat wajib dalam satu hari.

Tinggi masjid mencapai 25 meter yang melambangkan 25 Nabi yang dikisahkan dalam Al-Qur’an. Pada sisi luar masjid akan terdapat enam buah minaret (menara) yang melambangkan dasar rukun iman.