SEMARANG, MENARA62.COM — Bertempat di SMK Muhammadiyah Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Pendidikan dan Latihan (Diklat) Dapur Umum dan Logistik (Dulog), MDMC Jawa Tengah resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Prof. Dr. HM. Dailamy, S.P., kemarin (7/11/2019) sore.

Diklat yang diikuti oleh 170 orang peserta dari MDMC PDM se-Jawa Tengah ditambah peserta dari Lampung, Kalimantan dan Sulawesi Tengah akan berlangsung hingga tanggal 10 November 2019. Diklat dulog MDMC Jawa Tengah ini menjadi diklat dulog pertama yang diselenggarakan di lingkup MDMC.

Dailamy dalam sambutannya menyampaikan bahwa bencana adalah sunnatulloh yang tidak bisa dibendung karena kehendak Alloh SWT, tidak akan tahu kapan datangnya. “Bencana juga bisa dilihat dari aspek hukum sebab akibat, ketika kita melawan sunnatulloh maka bencana akan datang, salah gambaran yang mudah adalah adalah apabila kita buang sampah di selokan maka banjir kecil bisa terjadi, apabila itu sungai maka akan terjadi banjir besar,” katanya.

Lebih lanjut Dailamy menambahkan bahwa MDMC atau Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Jawa Tengah adalah salah satu lembaga yang paling aktif kegiatannya di lingkup PWM Jawa Tengah kemudian Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) keduanya dibawah binaannya langsung.

Sebelumnya Bupati Semarang, dr. Mundjirin ES, Sp.OG memberi sambutan singkat sebelum acara dimulai karena harus mengikuti acara lainnya setelah dari lokasi diklat. Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan Bahasa Jawa, Mundjirin menyampaikan terima kasih kepada MDMC Jawa Tengah yang menyelenggarakan diklat di Kabupaten Semarang.

Mundjirin menyampaikan bahwa Indonesia yang terletak pada jalur 3 pertemuan lempeng bumi sehingga rawan terjadi bencana. “Bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun melibatkan semua unsur masyarakat juga,” katanya. Oleh karena itu Mundjirin mengajak semua pihak khususnya para peserta diklat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sementara itu Naibul Umam selaku Ketua MDMC Jawa Tengah dalam motivasi yang disampaikan kepada seluruh peserta menyampaikan bahwa MDMC harus menjadi salah satu pemain utama dalam penyelenggaraan layanan dapur umum dan logistik saat terjadi bencana. “Setelah diklat ini rekan-rekan harus siap menjadi yang terdepan dalam urusan dapur umum dan logistik,” serunya kepada para peserta yang dijawab siap dengan kompak oleh seluruh peserta.

Selain teori di kelas-kelas, diklat juga akan diisi dengan praktek dapur umum dan logistik, bahkan sudah disiagakan satu unit mobil dapur umum milik MDMC PP Muhammadiyah yang didatangkan dari Yogyakarta. (sapari)