Menristek Bambang Brodjonegoro memberikan sambutan pada acara Habibie Award 2019 (ist)
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro bertekad menjadikan Habibie Award sebagai penghargaan bergengsi sekelas nobel. Karena itu selain ditingkatkan kualitasnya, penghargaan ini juga akan diperluas bidang penelitiannya termasuk jumlah hadiah.

“Kalau di dunia ini setiap tahun komunitas tertentu dan orang secara umum menunggu siapa pemenang Nobel. Ada Nobel fisika, kimia, kedokteran, bidang saya ekonomi juga ada. Kami harapkan gema atau dampak seperti itu juga bisa dirasakan untuk Habibie Award,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro saat Habibie Award 2019, Selasa (12/11/2019).

Selama dua puluh tahun sejak tahun 1999 hingga 2019, Habibie Award telah diberikan oleh Habibie Center dan Yayasan Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Yayasan SDM Iptek). Mulai tahun depan Kemenristek/BRIN akan turut terlibat menyelenggarakan Habibie Award dan memberi hadiah serta insentif melalui penganugerahan yang diinisiasi oleh Almarhum Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie tersebut.

“Ini cara terbaik untuk mendorong para peneliti, terutama yang berusia muda untuk tetap konsisten dalam bidang pekerjaannya. Membina peneliti itu tidak mudah. Paling berat adalah menjaga konsistensinya agar dia tetap di bidang penelitian,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Saat ini Habibie Award diberikan bagi seseorang atau badan yang sangat aktif dan berjasa besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan pada lima bidang, yaitu ilmu dasar, ilmu kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu sosial dan politik, dan ilmu kebudayaan. Bambang Brodjonegoro berharap penerima dari lima bidang tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi peneliti lain di bidang serupa.

“Mereka bisa menjadi contoh rekan-rekan sejawatnya, koleganya bahwa kalau konsisten terus di bidangnya, dan terus melahirkan penelitian berkualitas, maka akhirnya yang didapat adalah award. Itulah yang diinginkan, kami angkat Habibie Award di tingkat nasional sehingga akhirnya semua peneliti di bidang lima tadi kemudian membuat suatu target, kalau dia relatif muda, mungkin dia membayangkan, saya akan fokus penelitian di bidang ini dengan terobosan kekhususan di bidang tertentu sehingga target saya lima tahun lagi bisa menang Habibie Award,” ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro.