Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro berfoto bersama para penerima Habibie Award 2019 (ist)
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Setelah melalui seleksi ketat, akhirnya Yayasan SDM Iptek menetapkan 5 tokoh yang berhak menerima Habibie Award 2019. Mereka berasal dari lima kategori  keilmuwan mulai dari kedokteran, ilmu rekayasa, ilmu social dan politik serta bidang keilmuwan kebudayaan. Penyerahan Habibie Award dilakukan oleh Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro.

Inilah para penerima Habibie Award 2019. Untuk bidang Ilmu Dasar adalah Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum guru besar kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Ivandini telah menghasilkan delapan karya intelektual, tiga bersertifikat paten dan lima terdaftar paten. Sebagian besar karyanya tentang intan terdadah boron atau boron-doped diamond (BDD) sebagai sensor dan biosensor. Ivandini mengembangkan intan yang dilihat sebagian orang sebagai perhiasan saja menjadi bahan untuk teknologi katalis dan energi alternatif.

Penerima Habibie Award 2019 Bidang Ilmu Kedokteran adalah Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., Ph.D. Adi Utarini adalah seorang dokter dan guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Sebagai Ketua Peneliti World Mosquito Program Yogyakarta, Adi Utarini menemukan terobosan biologis dalam mencegah penyakit demam berdarah dengue dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke tubuh nyamuk Aedes aegypti. Bakteri ini mampu menghambat berkembangnya virus demam berdarah dengue dalam tubuh nyamuk sehingga virus tersebut terhambat dalam menulari manusia.

Penerima Habibie Award 2019 Bidang Ilmu Rekayasa adalah Prof. Dr. Ir. Tati Latifah Erawati Rajab, seorang guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB). Karyanya mencakup berbagai alat kesehatan yang sudah dipakai di rumah sakit, mencakup alat bantu rehab medik pasca operasi, software pemeriksaan mata, sistem sensor ElectroEncephaloGraphy, serta sistem deteksi dini kanker payudara. Tiga patennya yang terdaftar mencakup Non-Invasive Vascular Analyzer (NIVA) yang mendeteksi tingkat kelenturan pembuluh darah, alat medis ElektroKardioGrafi 12 Lead dengan Telemetri, dan alat medis Elisa Reader terbaru yang mendeteksi hepatitis B.

Penerima Habibie Award 2019 Bidang Ilmu Sosial dan Politik adalah Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ., guru besar dan dekan pertama Fakultas Ilmu Administratif Universitas Indonesia (FIA UI). Eko Prasojo yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini telah menulis puluhan karya pada jurnal ilmiah dan opini media massa. Eko Prasojo juga menulis lima belas buku, termasuk Deregulasi dan Debirokratisasi Perizinan di Indonesia (2007).

Penerima Habibie Award 2019 Bidang Ilmu Kebudayaan adalah Dr. (HC) I Gusti Ngurah Putu Wijaya, SH. Penulis naskah drama yang tiga karyanya telah mendapat Piala Citra dari Festival Film Indonesia ini mendapat gelar doktor honoris causa dalam bidang teater dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan juga penghargaan Southeast Asian Writers dari Kerajaan Thailand.

Setiap penerima Habibie Award 2019 mendapatkan medali dan sertifikat Habibie Award dan hadiah sebesar 25 ribu Dollar Amerika Serikat atau Rp351 juta. Turut hadir dalam kesempatan ini Ilham Habibie, Ketua The Habibie Center Sofian Effendi, dan Ketua Yayasan Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Yayasan SDM Iptek) Wardiman Djojonegoro, serta keluarga penerima Habibie Award 2019.