Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Prof. Masyitoh Chusnan bersama Rektor UMJ Syaiful Bakhri saat meresmikan pemecahan rekor MURI Hand Printing terpanjang di Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM – TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) berhasil memecahkan rekor MURI untuk kategori Hand Printing (cap tangan) terpanjang di Indonesia. Hand printing sepanjang 9.453 meter tersebut dibentangkan di lapangan bola Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (14/11/2019).

Kegiatan pemecahan Rekor MURI Hand Printing terpanjang di Indonesia tersebut dibuka resmi Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Syaiful Bakhri. Ikut hadir menyaksikan Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Prof Masyitoh Chusnan, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah Dr Chandrawaty, dan Manager Operasional MURI Andre Purwandono.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Prof. Masyitoh Chusnan menjelaskan pemecahan rekor MURI Hand Printing terpanjang di Indonesia tersebut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan 1 abad TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) tahun 2019.

“Rekor MURI Hand Printing murid PAUD TK ABA ini dibuat untuk menunjukkan bahwa jumlah populasi anak usia dini yang bersekolah di PAUD ‘Aisyiyah dan TK ABA jumlahnya sangat banyak, diprediksi mewakili 25 persen populasi anak usia dini di Indonesia,” kata Prof. Masyitoh.

Data menunjukkan hingga saat ini jumlah PAUD Aisyiyah dan TK ABA mencapai hampir 20 ribu lembaga. Lembaga-lembaga PAUD Aisyiyah dan TK ABA tersebut menyebar di seluruh wilayah Indonesia dan sebagian lagi berada di luar negeri.

Prof Masyitoh menjelaskan kegiatan Hand Printing anak-anak TK Aisyiyah yang mewakili TK Aisyiyah Bustanul Athfal seluruh Indonesia melibatkan ribuan anak TK yang memberikan cap tangan di atas kain sepanjang 9.453 meter. Penyerahan sertifikat rekor MURI akan dilakukan  pada tanggal 16 November 2019 di Yogyakarta dalam acara tasyakuran milad 100 tahun TK Aisyiyah Bustanul Athfal.

Menurut Prof Masyitoh, kegiatan ini sekaligus menunjukkan keberadaan dan jumlah PAUD Aisyiyah yang terwakili di 34 Provinsi, dan bertujuan untuk memberikan apresiasi/penghargaan sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada PAUD/TK Aisyiyah yang sudah eksis selama 100 tahun.

“Melalui kegiatan ini dapat tergambar kesatuan dan persatuan seluruh murid-murid TK ABA yang tersebar di seluruh Indonesia, dan semakin menguatkan jalinan kasih sayang melalui tangan-tangan mungil/jari-jemari mungil anak TK Aisyiyah yang siap menjalankan kehidupannya ke depan. Antusiasme anak-anak dan kemeriahan acara dapat mencerminkan kegembiraan dan keceriaan di TK ABA,” lanjutnya.

Selain menunjukkan kuantitas PAUD Aisyiyah, kegiatan Hand printing (cap tangan) ini kata Dr Candrawaty juga mengandung filosofi pendidikan anak usia dini. Anak usia dini dalam perkembangan hidupnya memperoleh stimulasi dari kegiatan bermain. Kegiatan cap tangan anak ini dilakukan secara natural dengan pendampingan dan pijakan dari guru dalam jangka waktu tertentu seperti melakukan projek karya bersama.

“Hand printing anak ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan gerakan stimulasi motorik halus terluas di Taman Kanak-Kanak dalam kurun waktu tertentu yang pernah ada di Indonesia,” katanya.

Guru lanjut Candrawaty, memberikan pijakan dan aturan melaksanakan kegiatan dengan pijakan aturan bermain dan pendampingan terhadap sensasi anak selama prosesnya. Sehingga anak-anak melakukan kegiatan ini dengan nyaman, aman dan belajar banyak dari kegiatan ini. Tangan mereka memegang cat yang berwarna warni, membuat keputusan memilih warna yang dipilih serta merasakan texture cat di tangan sampai akhirnya mencap tangannya pada media kain. Seluruhnya memberikan banyak manfaat bagi seluruh indra anak dan menyebabkan terbangunnya otak anak.

Pemecahan rekor MURI Hand Printing terpanjang anak TK ABA di kampus UMJ

“Pengalaman bermain ini insya Allah tidak hanya bermanfaat pada saat anak mengerjakannya, tetapi terus dirasakan hingga seluruh hasil cap tangan dibentangkan baik di sekolah maupun pada saat penghitungan MURI,” tukasnya

Menurutnya, tangan memainkan peran vital dalam interaksi sosial dan dalam setiap aktivitas individu. Kreativitas dan inovasi lahir dari tangan-tangan terampil dan terlatih. Tangan-tangan suci dapat memberikan sentuhan kasih sayang, merangkul dan menyemangati.

Hand printing dengan tangan terbuka merupakan simbol selalu membuka diri terhadap segala sesuatu yang baru dan positif, siap menerima perbedaan, bersikap ramah dan selalu tersenyum, karena memang menyapa, menyambut dan menghormati dengan tangan terbuka yang selalu disertai senyuman bersahabat.

Bagi PP Aisyiyah Majelis Dikdasmen kegiatan Hand Printing ini mengandung filosofi yang luas dan dalam. Kegiatan ini menunjukkan upaya menyatukan kerjasama semua pimpinan di semua level untuk kerjasama dengan tetap mempertahankan karakteristik masing-masing. Menunjukkan bahwa sebuah gagasan dan karya besar meniscayakan kerjasama team dan kolaborasi yang apik dari berbagai pihak yang terlibat. Sedangkan warna-warni Hand Printing menunjukkan Aisyiyah turut mewarnai pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Milad satu Abad TK ‘Aisyiyah Busthanul Athfal tidak hanya menghadirkan karya cap tangan anak tetapi juga ingin merekam sejarah TK ‘ABA melangkah ke Abad kedua dengan iringan karya dari hasil stimulasi anak. Cap tangan ini menjadi kenangan dan semangat dari energi anak-anak yang tertuang pada cap tangan ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi anak-anak PAUD ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia, Guru dan Penggiat PAUD, Pimpinan Aisyiyah di setiap tingkatan, orang tua wali murid dan yang terakhir dan terutama bagi Bangsa Indonesia yang siap menyongsong fakta Bonus Demografi.

“Spirit bahwa anak usia Indonesia dijaga (protection and Care) dan distimulasi dengan baik insya Allah. Semoga hasil hand printing ini menjadi doa majunya pendidikan anak usia dini di Indonesia,” tandas Candrawaty.

Sementara itu Rektor UMJ Syaiful Bakhri menyampaikan apresiasinya terhadap PP Aisyiyah yang telah berhasil memecahkan Rekor MURI untuk Hand Printing anak-anak TK.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi media dakwah untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Terimakasih telah memilih UMJ sebagai tempat untuk kegiatan yang sangat baik ini,” kata Rektor.