Ketum PP Aisyiyah menerima piagam MURI

SLEMAN, MENARA62.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan, usia satu abad Aisyiyah telah dilewati dengan penuh dedikasi dan komitmen ideologi yang kuat.

“Hal inilah yang terjadi atas kehadiran TK ABA sekolah anak yang dikelola oleh gerakan perempuan ‘Aisyiyah,” ujar Noordjannah dalam Tasyakur Akbar 100 Tahun TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) di kampus Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu (16/11/19).

Noordjannah juga mengatakan bahwa sejak tahun 1919 saat Frobel School sebagai embrio TK ABA didirikan sampai hari ini, TK ABA terus berkhidmad untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Apa yang sudah dilakukan ‘Aisyiyah selama 100 tahun ini menjadi bagian dari sumbangsih kita sesuai tema Milad 100 tahun TK ABA, berkhidmat untuk negeri. Sumbangsih ‘Aisyiyah untuk negeri ini di saat negeri ini belum merdeka tetapi Kyai Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan dan para pegiat ‘Aisyiyah masa awal berfikir jika Indonesia akan merdeka maka generasi penerus harus dididik dan mulailah dengan kehadiran TK ABA pada tahun 1919,” jelas Noordjannah.

Khidmat ‘Aisyiyah melalui TK ABA selama 100 tahun, merupakan bagian dari semangat perjuangan ‘Aisyiyah untuk mengisi kemerdekaan. Saat ini, telah berkembang lebih dari 20.000 TK ABA atau PAUD dan sejenisnya yang bertebaran dari Sabang sampai Merauke bahkan melintas batas negeri hingga ke Kairo, Mesir.

“Tak lupa kami juga sampaikan terima kasih kepada pegiat TK ABA di pelosok-pelosok. Mereka adalah mutiara-mutiara perempuan yang tulus mengabdi untuk masa depan anak negeri,” pungkas Noordjannah.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) rangkaian cap telapak tangan di kain terpanjang 9543 meter yang dilaksanakan oleh TK ABA dan PAUD ‘Aisyiyah se-Indonesia dan TK ABA Kairo mulai 19 Maret 2019.

Pengelola MURI yang menyerahkan penghargaan tersebut menjelaskan, bahwa rangkaian cap telapak tangan telah diverifikasi pada 14 November di Jakarta. Dengan demikian, MURI mengesahkan rangkaian cap telapak tangan di kain terpanjang resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia. Pemecahan rekor Muri oleh TK ABA sendiri telah dilakukan beberapa kali, di antaranya Lukisan Jari Terbanyak TK ABA Sukoharjo, Latihan Manasik Haji Terbanyak TK ABA Grogol, dan Drumband Peserta Terbanyak TK ABA ‘Aisyiyah Jawa Timur.

Atas Rekor Muri ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Noordjannah Djohantini mengucap rasa syukur dan bangga atas prestasi TK ABA.

Pada acara Tasyakur Akbar 100 Tahun TK ABA, murid-murid TK ABA juga tampil menyanyikan lagu 1 ABAD TK ABA. Selain itu terdapat penampilan drum band oleh Persatuan Genderang Putri Nasyiatul Aisyiyah. PGP sendiri sudah lama didirikan sejak tahun 1964 sehingga komposisi para pemain drum band PGP didominasi ibu-ibu yang berusia antara 30 hingga 70 tahun.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pemberian secara simbolis alat permainan dan edukasi Balok kepada TK-TK ABA yang diwakili oleh 10 TK ABA di daerah 3T, yaitu TK ABA Pasir Gombong Banten, TK ‘Aisyiyah Lahewa Sumatera Utara, TK ABA 2 Kalimantan Barat, TK ABA Malinouo Kalimantan Utara, TK ABA Mamala Maluku, TK ABA 1 Ternate Maluku Utara, TK ABA 1 Kefamenanu NTT, TK ‘Aisyiyah Lumbia Sulawesi Tengah, TK ABA 3 Nabire Papua, TK ABA Hunggaluwa Limboto Gorontalo. Pemberian balok ini juga terkait dengan berdirinya TK ABA pertama 100 tahun lalu bernama Froble School yang namanya diambil dari nama ahli pendidikan anak William Frouble. Dalam teorinya menunjukkan bahwa permainan balok yang diciptakan adalah permainan penting yang seyogyanya menjadi bagian dari pengalaman main dan stimulasi anak.

PGP Aisyiyah tampil pada acara tasyakuran seabad TK ABA di Sleman, Yogyakarta