Didi Junaedi
Semua Indah Pada Waktunya
close

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah: 155)

Hidup bukanlah jalan tol yang bebas hambatan. Jalan kehidupan ini kadang lempang, kadang terjal, tidak jarang curam, berkelok-kelok, berliku-liku, menanjak, menurun, sesekali licin, kali lain kering, dan seterusnya.

Kondisi kehidupan yang demikian warna-warni ini sengaja diciptakan Allah Swt. untuk menguji siapa di antara hamba-Nya yang lebih baik amalnya (ahsanu ‘amala). Makna ahsanu ‘amala menurut Fudhail bin ‘Iyadh adalah akhlashuhu wa ashwabuhu (yang lebih ikhlas dan lebih benar sesuai tuntunan).

Untuk mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang lebih baik amalnya, maka kemudian Allah menghadirkan aneka ragam ujian dan cobaan hidup. Rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, serta ditinggal oleh orang-orang tercinta adalah beberapa bentuk ujian yang Allah hadirkan untuk hamba-Nya.

Di saat-saat seperti itulah akan terlihat jelas siapa yang menghadapinya dengan penuh kesabaran, keikhlasan, sembari tetap berikhtiar mencari solusi terbaik atas persoalan yang tengah menderanya, dan siapa yang mudah putus asa, meratapi nasib, mengutuk keadaan, menghadapi setiap persoalan yang menimpanya dengan keluh kesah, bahkan tidak jarang menggugat keadilan Tuhan.

Resep

Al-Qur’an memberikan resep mujarab untuk menghadapi warna-warni kehidupan ini. Berikut saya kutipkan pesan-pesan al-Qur’an tentang bagaimana seharusnya sikap kita menghadapi dinamika kehidupan yang aneka warna ini.

Ketika kita sedih dan kecewa karena rencana kita gagal, harapan kita tidak terwujud, al-Qur’an menenangkan kita dengan menyatakan: “…Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah: 216)

Ketika kita melihat banyak orang mengumbar kesedihan, kekecewaan dan penderitaannya kepada orang lain, bahkan disebarluaskan di media sosial melalui jejaring sosial seperti facebook dan twitter, al-Qur’an mengajarkan kepada kita bagaimana cara curhat terbaik, sebagaimana diajarkan Nabi Ya’kub a.s. : “Ya’kub menjawab: ” Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamuketahui.” (Q.S. Yusuf: 86)

Ketika limpahan nikmat serta karunia Allah datang bertubi-tubi kepada kita, tetapi kita abai bahkan lupa untuk bersyukur atas limpahan nikmat tersebut, al-Qur’an mengingatkan kita: “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim: 7)

Ketika kita melihat seseorang yang jauh dari ajaran agama, lalai dalam menjalankan ibadah, bangga dengan kekayaan, jabatan serta prestasi yang telah diraihnya, al-Qur’an menginformasikan kepada kita: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (Q.S. Al-An’am: 44)

Ketika kita tengah asyik ngobrol dan tak terasa tiba pada pembicaraan tentang keburukan orang lain, al-Qur’an mengingatkan kita: ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hujurat: 12)

Di saat kita merasakan persoalan hidup begitu berat, seolah-olah tidak ada lagi jalan keluar atas masalah yang tengah kita hadapi, al-Qur’an menentramkan jiwa kita dengan kalimatnya: “Karena Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)

Di kala kita merasa telah banyak berbuat maksiat dan dosa, ketika kita merasa hina di hadapan Allah, ketika kita khawatir apakah Allah akan mengampuni dosa-dosa kita ataukah tidak, al-Qur’an menenangkan hati kita dengan mengatakan: “…dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (Q.S. Al-A’raf: 156)

Beberapa pesan al-Qur’an di atas adalah sebagian kecil saja dari ribuan ayat yang bisa menjadi petunjuk, penawar, serta pemberi solusi atas dinamika kehidupan yang penuh warna-warni ini.

So, tugas kita selanjutnya adalah menangkap makna dari setiap pesan yang disampaikan al-Qur’an. Sehingga hidup yang kita jalani akan terasa nikmat, damai dan membahagiakan, karena sejalan dengan pesan-pesan al-Qur’an tersebut.

Penulis : Didi Junaedi/Senin, 18 November 2019.