Prof. Dr. Masyitoh Chusnan

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua PP ‘Aisyiyah Prof. Dr. Masyitoh Chusnan mengemukakan dimanapun ‘Aisyiyah hadir, harus bisa melakukan misi dakwahnya. Termasuk ketika memutuskan aktif pada organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

“Aisyiyah dan Muhammadiyah dimanapun kan selalu mengemban misi dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar,” kata Prof Masyitoh di sela silaturahmi organisasi perempuan yang berlangsung di Graha Cimb Niaga, Kamis (21/11/2019).

Selain mengemban misi dakwah, Aisyiyah juga ingin memberikan warna pada Kowani. Sebab sebagaimana diketahui, Kowani merupakan organisasi wanita dengan jumlah anggota yang sangat besar dan beragam.

“Kita kedepankan kebersamaan, bukan egoistis, atau bahasa lainnya nasionalisme,” lanjut Prof Masyitoh.

Meski lanjut Prof Masyitoh, ‘Aisyiyah juga memiliki prinsip sendiri. Tetapu bukan untuk memaksakan diri dengan prinsip-prinsip ‘Aisyiyah, karen ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat kita berdakwah.

Karena itu, Prof Masyitoh yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu ketua Kowani, bersedia maju kembali bersama gerbong kepengurusan Kowani yang sebelumnya. Baginya ini adalah amanah yang harus dilakukan sebagai orang ‘Aisyiyah.

“Tadinya saya memutuskan untuk satu periode saja. Cukup alot juga saat mencari penggantinya. Sampai akhirnya Ketua Umum ‘Asyiyah memutuskan nama si fulan. Hanya saja tiga hari lalu saya ditelepon untuk kembali maju bersama kepengurusan Bu Giwo,” tambahnya.

Ia berharap Giwo bisa kembali memimpin Kowani untuk periode 2019-2024. Alasannya, dalam kepemimpinan mantan Ketua KPAI tersebut, sudah banyak kemajuan yang dicapai oleh Kowani. Seperti meningkatnya partisipasi anggota Kowani dalam berbagai kegiatan, terpilihnya Giwo sebagai Vice President Internasional Council of Women (ICW) dan berbagai capaian prestasi lainnya baik level nasional, regional maupun internasional.

“Periode pertama sudah kelihatan fondasinya, seperti menggerakkan anggota. Itu adalah salah satu fungsi ketua umum. Lalu pencapaian program-programnya juga menggembirakan,” tukas Prof. Masyitoh.

Menurutnya, majunya Giwo dalam bursa kepemimpinan Kowani yang akan datang juga penting guna melanjutkan program-program yang sudah ada. Jika fondasi sudah tertanam dengan baik pada periode pertama, tentulah pada periode kedua akan jauh lebih baik.

“Kita berharap bisa dilanjutkan. Karena memang idealnya program dilakukan minimal dua periode atau 10 tahun. Kalau 5 tahun ibaratnya sedang meletakkan fondasi. Supaya berlanjut ya harus diteruskan kepemimpinannya,” tutup Prof Masyitoh.

Sebagaimana diketahui Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo memutuskan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum Kowani periode 2019-2024 yang akan digelar 4 Desember 2019 bersamaan dengan pelaksanaan Kongres Kowani.