Mengapa Ada Madrasah Yang Tidak Maju
Mengapa Ada Madrasah Yang Tidak Maju

Mengapa Ada Madrasah Yang Tidak Maju. Tulisan ini terinpsirasi oleh tulisan Bryan Tracy dalam bukunya “Get Smart”. Ada satu bab dalam buku tersebut yang menjelaskan perbedaan orang yang berpikir kaya dan berpikir miskin. Di dalam subbab tersebut Tracy menjelaskan beberapa alasan penyebab orang tidak menjadi kaya.

Setelah saya coba analisis, menurut saya uraian Tracy tersebut bisa digunakan untuk menjelaskan mengapa ada madrasah yang tidak maju. Berikut adalah penjelasan, mengapa ada madrasah tidak maju yang saya adaptasi dari penjelasan Tracy tentang mengapa ada orang yang tidak menjadi kaya

Pertama, tidak pernah berfikir menjadi madrasah maju.Mengapa demikian? Karena pengelola madrasah sudah merasa cukup dengan yang ada. Atau bisa jadi karena mereka sudah pesimis dulu dan meyakini sulit dan mustahil untuk menjadi maju. Kondisi ini sangat menyedihkan.

Kedua, tidak pernah memutuskan untuk melakukannya. Berdasarkan hukum sebab-akibat bisa dijelaskan bahwa menjadi maju adalah akibat, sebabnya adalah memutuskan untuk maju dan berani membayar harga yang harus dibayar. Sedangkan madrasah yang tidak maju karena madrasah tidak mau mengerjakan sebab-sebab yang menjadikannya maju. Sebaliknya madrasah justru melakukan sebab-sebab yang menjadikannya tidak maju.

Ketiga, menunda untuk menjadi madrasah maju. Bisa jadi pemikiran untuk maju itu ada, tetapi baru menjadi keinginan saja dan tidak ada aksi apa-apa, sehingga menjadi madrasah maju hanya ada di angan-angan.

Keempat, takut tidak berhasil. Rasa takut tidak berhasil ini menjadikan madrasah mencari berbagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Inilah sosok madrasah yang sudah gagal duluan sebelum berjuang.

Kelima, takut dikritik dan tidak didukung. Mereka sudah membayangkan bahwa saat untuk memutuskan menjadi madrasah maju resikonya akan diamati, dikritik, bahkan bisa dihujat, apalagi merasa bahwa konsepnya belum jelas. Akibatnya keinginan untuk menjadi madrasah maju ditahan, dan itu dirasa sebagai cara yang aman untuk menghindari kritik.

Keenam, berhenti belajar dan berkembang. Untuk melakukan perubahan cara yang terbaik adalah belajar bagaimana berubah. Menjadi madrasah maju pun demikian, perlu ada kemauan untuk belajar. Tetapi madrasah tertentu belajar untuk untuk menjadi maju adalah beban yang menyulitkan. Sehingga pilihannya adalah lebih baik menghilangkan keinginan untuk menjadi maju sehingga tidak perlu repot-repot belajar.

Ketujuh, kurang gigih. Ada madrasah yang ingin maju. Disusunlah rencana, disusunlah pelaksana, dibuatlah jadwal pelaksanaan, dan dialokasikanlah dana. Tetapi pelaksanaannya tidak sungguh-sungguh dan tidak gigih. Yang dipakai adalah prinsip “yang penting terlaksana.” Kalau prinsip ini yang dipakai, maka sudah bisa diprediksi akan sulit menjadi maju.

Demikianlah, tujuh poin yang bisa menyebabkan madrasah tidak maju. Mari kita berlindung kepada Allah dari hal-hal tersebut.

Penulis: Dr Suhardi MA, Ketua LPP Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, Sekjend Guru Madrasah