KUPANG,NTT, MENARA62.COM — Bertempat di Neo Hotel Kupang, Rabu, (4/12/2019), Annual Conference on Social Justice (ACSJ) 2019 digelar dengan menghadirkan pembicaraan dari berbagai daerah di Indonesia. Konferensi tahunan tentang keadilan sosial 2019 di Kupang mengusung tema Memikirkan Ulang Pembangunan yang Berkeadilan Sosial dan Berkemanusiaan.

Hadir pada acara pembukaan Ketua Presidium Nasional Indonesia Social Justice Network (ISJN), Andi Ahmad Yani, S. Sos. M.Si. M.pA. M.Sc. Pembukaan konferensi ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor Universitas Widya Mandira Kupang didampingi, ketua panitia ACSJ 2019 dan beberapa pembicara kunci. Dominggus Elcid Li sebagai ketua pelaksana menjelaskan menggambarkan keprihatinannya atas jenazah buruh migran yang terus dipulangkan ke NTT.
“ACSJ harus melahirkan rekomendasi terkait keadilan sosial,” ungkap Elcid Li ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan.

ACSJ berlangsung selama dua hari yakni, Rabu-Kamis, 04 sampai dengan 05 Desember 2019 dengan tema diskusi utama, Memikirkan Ulang Perikemanusiaan dan Keadilan Sosial dalam Era Perang Dagang di Republik Indonesia. Pembicaraan utama yang hadir yakni Pdt. Ira Mangililo, Ph.D., (UKAW), Hendro Sangkoyo, Ph.D., (School of Democratic Economic), Rimawan Pradiptyo, S.E. M.Sc. Ph.D., (FEB UGM), Riwanto Tirtosudarmo, Ph.D., (LIPI), Elnino M. Husen Mohi, S.T. M.Si., (Anggota Komisi XI DPR). Diskusi utama dipandu langsung oleh ketua panitia ACSJ 2019, Dominggus Elcid Li.

Setelah diskusi utama, peserta bebas memilih topik-topik yang dipresentasikan para pemakalah dari kalangan akademisi, praktisi, maupun komunitas-komunitas yang fokus pada isu sosial. Berbagai isu sosial seperti menuju pendidikan inklusif, disabilitas dan kesehatan, pembangunan dan kesejahteraan sosial, memahami pasar dan promosi kesejahteraan dari bawah, air, lingkungan hidup, dan dinamika sosial, gender dan konflik menjadi topik-topik yang dibahas dalam ACSJ 2019. Hadir sebagai peserta para dosen, peneliti, aktivis sosial, mahasiswa dan wartawan. Semoga kegiatan ini mampu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (SH)