Banjir rendam sejumlah wilayah di Kabupaten Berru Sulsel (ist/bnpb)
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Banjir dan angin puting beliung landa Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Ahad (12/1/2020) menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Barru terendam banjir. Fenomena cuaca ekstrem ini sesuai dengan prakiraan BMKG yaitu potensi hujan lebat di wilayah Sulawesi Selatan dengan status ‘Siaga.’

Dalam siaran persnya Senin (13/1/2020), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan banjir terjadi di Dusun Buludua, Desa Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak pukul 00.00 Wita sampai dengan pukul 10.30 Wita. Kejadian tersebut memicu meluapnya sungai setempat. Sekitar 121 KK terdampak banjir di dusun ini.

Banjir dan angin puting beliung juga dilaporkan terjadi di tiga kecamatan lainnya yakni Kecamatan Balusu, Soppeng Riaja dan Mallusetasi. Bencana tersebut mengakibatkan rumah penduduk tergenang air dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Di samping itu, arus lalu lintas trans-Sulawesi terpantau padat.

Banjir ini mengakibatkan kerusakan tiga rumah warga dengan kategori rusak berat dan kerusakan infrastruktur jalan desa di wilayah Oring, Kecamatan Balusu, satu jembatan gantung di Kelurahan Kiru-Kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, dan tanggul pantai di Kelurahan S. Binangae dan pasar Ajakkang di Kecamatan Balusu.

“BPBD setempat melaporkan 1 orang meninggal dunia akibat terbawa arus banjir,” jelas Agus Wibowo, Kepala Pusdatin BNPB.

Bencana banjir juga terjadi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. BPBD Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan bahwa hujan deras turun di seluruh Kota Parepare sejak Ahad menyebabkan genangan di beberapa titik dengan ketinggian air beragam. Namun demikian, genangan segera surut dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal. Pada hari sebelumnya (11/1) genangan air sudah terjadi di wilayah Kota yang dipicu oleh hujan yang disertai angin kencang.

“Beberapa kejadian di atas menunjukkan ancaman yang dipicu oleh fenomena hidrometeorologi bergerak ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur,” lanjut Agus.

BMKG pun telah memberikan peringatan dini ke sejumlah wilayah dengan status ‘Waspada’ hingga ‘Siaga.’ Oleh karena itu, BNPB mengimbau kepada BPBD wilayah tengah dan timur untuk siaga, salah satunya memonitor peringatan dini yang diberikan oleh BMKG sehingga mereka dapat melanjutkan peringatan dini kepada masyarakat.