Peta pergerakan angin dan potensi cuaca ekstrem di Indonesia (ist/bmkg)
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata saat ini masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat. Tingkat labilitas udara yang signifikan juga cukup berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Adapun potensi hujan lebat hingga 19 Januari 2020, seperti dalam siaran pers BMKG, akan terpantau di wilayah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat.

Lalu Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua.

Pada periode 20-23 Januari, hujan lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua

Berdasarkan Peta Prakiraan Berbasis Dampak Hujan Lebat di Indonesia, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir dan longsor hingga 19 Januari 2020. Wilayah yang perlu diwaspadai adalah Sumatera Barat (siaga), Sumatera Selatan (siaga), Jambi (siaga), Bengkulu (siaga), Jawa Barat (Siaga), Aceh (Waspada), Sumatera Utara (Waspada), Lampung (Waspada), Jawa Tengah (Waspada), Jawa Timur (Waspada) dan Sulawesi Selatan (Waspada)