Didi Junaedi
Didi Junaedi
close

“Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Yusuf: 86)

Siapa di antara kita yang tidak punya masalah dalam hidup ini? Penulis yakin 100%, tidak ada satu pun di antara kita yang tidak punya masalah. Setiap manusia pasti punya masalah.

Pertanyaannya kemudian, ketika masalah datang menimpa, ketika persoalan hadir menghampiri, ketika ujian dan cobaan hidup datang silih berganti menemani hari-hari kita, apa yang kita lakukan?

Membuat status di facebook atau WhatsApp yang berisi keluhan, kegalauan, serta curhat tentang masalah kita? Ataukah membuat cuitan di twitter yang berisi ratapan kita atas masalah yang kita hadapi? Jika itu yang kita lakukan, yakinlah, alih-alih persoalan yang menimpa kita segera ditemukan solusinya, justru masalah kita akan semakin bertambah. Mengapa demikian? Ya, karena kita mengungkapkan persoalan kita di tempat yang salah.

Cara terbaik

Al-Qur’an mengajarkan bagaimana cara terbaik agar kita bisa segera lepas dari setiap persoalan yang datang menghadang. Al-Qur’an menunjukkan kepada siapa seharusnya kita mengadukan setiap masalah yang kita hadapi.

Di dalam al-Qur’an surat Yusuf ayat 86 dijelaskan bagaimana Nabi Ya’kub a.s. memberikan contoh kepada kita, bahwa cara terbaik untuk mengadu serta menyampaikan segala kesusahan dan kesedihan yang kita alami adalah hanya kepada Allah. Tidak ada cara lain. Karena Allahlah Sang Maha Pemberi Solusi. Allah yang akan memberikan jalan keluar atas setiap persoalan yang kita derita.

Pada ayat lain di dalam al-Qur’an, tepatnya di surat al-Thalaq ayat 2, Allah SWT. menegaskan bahwa siapa saja yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya.

Dari beberapa keterangan ayat di atas, jelaslah bahwa curhat terbaik ketika kita dirundung persoalan, ditimpa masalah, serta diterpa ujian dan cobaan hidup adalah hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya. Karena hanya Allahlah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Hanya Allahlah yang Maha Pemberi solusi.

Ironisnya, banyak di antara kita, ketika ditimpa persoalan hidup, diterpa badai ujian, dirundung beragam masalah, alih-alih mendekatkan diri serta memohon pertolongan kepada Sang Maha Pemberi solusi, justru menyandarkan serta menggantungkan harapan kepada selain-Nya. Ada yang mendatangi ‘guru spiritual’, ‘orang pintar’, paranormal, dukun, bahkan ada yang mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat untuk memohon diberikan jalan keluar atas persoalan yang tengah dihadapinya.

Permohonan seperti ini bukan saja dilarang oleh agama, bahkan dibenci Allah Swt. Al-Qur’an sudah mengajarkan bagaimana cara meminta pertolongan kepada Allah Swt untuk mengatasi segala penderitaan, kesusahan dan kesengsaraan hidup. “Dan minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat.” (Q.S. Al-Baqarah: 45).

Sabar dan shalat adalah cara terbaik untuk menjemput pertolongan Allah. Dengan sikap sabar, kita dilatih untuk “melihat” hikmah di balik setiap peristiwa. Melaui shalat, kita diajarkan tentang kepasrahan total hanya kepada Allah Swt. Dalam doa-doa setiap selesai shalat, kita bisa sampaikan “curhat” kita kepada Allah. Kita adukan segala persoalan hidup yang menimpa kita. Kita mohon kepada Allah untuk memberikan solusi serta jalan keluar terbaik. Hanya dengan cara seperti inilah, setiap persoalan hidup yang kita alami akan dapat terselesaikan.

Dar el-Aiman Al-Khalil, Makkah, Kamis (23/1/2020).