bantuan bangan
Sekda Indramayu Drs Rindo Waluyo berfoto dengan para pejabat yang hadir usai melaunching program bantuan pangan non tunai
close

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Dinas Sosial Kabupaten Indramayu launcing program bantuan pangan non tunai  (BPNT), Senin (23/9/2019). Program tersebut dilakukan dengan menggandeng Perum Bulog cabang Indramayu sebagai penyedia komoditas pangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu. Drs. Rinto Waluyo, M.Pd menjelaskan, program bantuan pangan non tunai merupakan upaya meningkatkan kualitas bantuan yang diberikan kepada masyarakat pra sejahtera. Bentuknya berupa produk pangan seperti beras dan telor.

“Tahun ini nilai bantuan naik dari sebelumnya 7 kg beras, kini menjadi 8 kg beras dengan tetap mempertahankan kualitas premium,” kata Sekda.

Selain beras, bantuan pangan non tunai tersebut juga diberikan dalam bentuk telor sebanyak 1 kg per KK. Kedua produk pangan tersebut dibeli oleh Perum Bulog dari petani Indramayu langsung. Dengan cara seperti ini maka program bantuan pangan non tunai sekaligus memiliki efek domino berupa meningkatnya kesejahteraan petani.

“Bulog nantinya bisa menekan harga beras di pasaran jika musim panen agar terus bisa setabil,” ungkap Rinto.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu. Drs. Rinto Waluyo, M.Pd
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu. Drs. Rinto Waluyo, M.Pd saat melaunching bantuan pangan non tunai, Senin (23/9/2019)

Diakui Sekda, pemerintah daerah Indramayu menyambut baik program bantuan pangan non tunai tersebut. Ada tiga poin penting yang harus diketahui oleh masyarakat terutama para penerima bantuan pangan non tunai.

Pertama jumlah beras yang dibagikan naik dari 7 kg menjadi 8 kg ditambah lagi 1 kg telor ayam. Kedua, produk pangan yang diberikan kepada masyarakat tetap memperttahankan kualitas premium. Dan yang ketika jika beras tidak premium, warga penerima berhak protes dan melaporkan kepada pemerintah.

“Warga bisa lapor langsung ke saya jika memang ada menemukan penyimpangan termasuk jika kuaitas berasnya jelek,” lanjut Rinto yang juga ketua tim koordinasi Bansos Pangan Kabupaten Indramayu.

Program bantuan pangan non tunai diakui memang memiliki imbas yang kurang memuaskan seperti e-Warong. Sebab program ini tentu akan mengurangi penghasilan pemilik e’Warong.

“Pola seperti ini tentu ada yang merasa tidak puas diantaranya e-Warong yang mana penghasilan mereka menurun namun, kami yakin dengan doa penerima BPNT ini keberkahan bagi E-Warong meningkat” pungkasnya. (Jiaul Haq)