Peluncuran konten edukasi Covid-19 hasil kerjasama IDI, Good Doctor dan GrabHealth
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berkolaborasi dengan Good Doctor dan GrabHealth siapkan konten edukasi seputar corona virus atau Covid-19. Konten ini ditujukan untuk membantu masyarakat mengantisipasi dan menangani risiko penularan virus Covid-19.

Edukasi ini tersedia dalam banyak layanan termasuk pada aplikasi GrabHealth yang mudah diakses masyarakat.

Ketua Umum PB IDI Dr Daeng M Faqih menjelaskan corona virus yang oleh WHO diberi nama Covid-19 sebenarnya memiliki keganasan yang lebih rendah dari papada flu burung, SARS maupun MERS. Dimana angka kematian untuk virus flu burung sebesar 18 persen dari total terinfeksi, SARS sekitar 17 persen, dan MERS sekitar 30 persen, sementara Covid-19 sekitar 2 persen lebih.

“Angka kematiannya ini pun tidak murni karena infeksi, tapi mayoritas karena mempunyai penyakit penyerta. Artinya, daya tahan tubuh penderita rendah. Jadi, begitu terinfeksi maka bertambah rendah daya tahan tubuhnya,” kata Daeng pada kegiatan Sosialisasi Sinergi Inisiatif Good Doctor Technology Indonesia  dan PB IDI, di Jakarta (13/2/2020).

Namun dibanding virus yang telah ada sebelumnya, diakui Daeng, penyebaran Covid -19 ini kecepatannya cukup tinggi. Itu sebabnya sangat manusiawi bila orang khawatir terhadap meewabahnya virus Covid-19 ini.

“Khawatir wajar, namun sebaiknya masyarakat jangan panik,” lanjut Daeng.

Melihat kecepatan penyebaran virus Covid-19, IDI jelas Daeng telah  melakukan langkah-langkah dalam membantu pemerintah dan WHO untuk ikut mengatasi wabah yang kini menjadi  concern internasional. Tujuannya agar masyarakat tidak khawatir dan panic menghadapi wabah virus Covid-19.

Adapun 4 langkah yang dilakukan IDI melalui pembentukan satgas yaitu mengumpulkan informasi mengenai corona virus, mengordinasi dengan stakeholder, pemerintah dan lain-lain, kemudian mendidik dokter dengan pedoman yang sudah dibuat Kementerian Kesehatan untuk kesiapsiagaan dan penanganan kasus. Terakhir, paling strategi memberikan edukasi kepada masyarakat supaya bisa secara mandiri melakukan pencegahan. Hal ini strategis dilakukan, karena Covit-19  masih baru, untuk pencegahan secara spesifik berupa vaksin belum ada dan obatnya pun belum ditemukan.

Upaya agar masyarakat secara mandiri dapat melakukan pencegahan dari infeksi, menurut Daeng, langkah paling bijak adalah dengan memberikan edukasi seluas-luasnya. Untuk itu, IDI berkolaborasi dengan GrabHealth dan Good Doctor beriniasiatif menerapkan panduan konsultasi kesehatan dengan menggunakan platform aplikasi yang berisikan konten perilaku hidup sehat, misalnya perilaku mencuci tangan dengan baik dan benar, penggunaan masker dengan benar, dan sebagainya. Hal ini dalam rangka kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap wabah Covit-19.

Daeng berharap, masyarakat bisa mengakses dengan mudah informasi yang disampaikan dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan dan IDI yang disediakan Grab Health dan Good Doctor ini. Jika langkah strategis dalam mengedukasi ini dilakukan, maka jangkauan informasinya lebih luas, masyarakat dapat teredukasi dengan baik dan dapat terhindar dari Covid-19.