close

JAKARTA, MENARA62.COM– Indonesia dan Inggris sepakat untuk membentuk Joint Working Group (JWG) dalam bidang IptekDikti dan Inovasi. Pembentukan JWG tersebut menjadi salah satu tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama yang dilakukan April 2016 saat Presiden RI berkunjung ke Inggris.

“JWG bertujuan memonitoring dan mengevaluasi program-program yang telah berjalan antara Indonesia dengan Inggris selama ini,” jelas Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof Ainun Naim, kemarin.

Dalam pertemuan yang melibatkan Deputy Head of Mission (DCM) untuk Indonesia and Timor Leste,  Juliet Maric Capeling OBE, Theresa dan Ocky dari Kedutaan Besar Inggris menyepakati pembentukan JWG pada awal September 2017. Forum JWG bilateral ini juga dapat dilakukan untuk pertukaran pandangan mengenai kebijakan Iptekdikti terkini dari Indonesia dan Inggris, selain juga tentunya merupakan forum ‘silaturahmi’ antar bangsa.

“Beberapa topik diskusi dalam bidang Dikti, antara lain program akreditasi, vokasional pendidikan tinggi, beasiswa, pertukaran dosen, pelajar, peneliti,” lanjut Ainun.

Pertemuan juga mengusulkan agar kemajuan dari program riset bersama berdasarkan kemitraan strategis RI UK Newton Program, dan program kemitraan dalam pengembangan bidang Inovasi, juga menjadi salah satu topik diskusi dalam pertemuan mendatang.

Selain itu, dalam pertemuan juga dibahas rencana kunjungan Menristekdikti pada akhir September atau awal Oktober ke Inggris di Tahun 2017, memenuhi undangan dari Pemerintah Inggris, yang telah disuarakan sejak tahun 2016 dan masih tertunda hingga kini.

Pada akhir pertemuan, sebagai tanda kehormatan dan untuk mempromosikan ‘Batik’ sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia, selendang merah cantik nan indah, dipersembahkan untuk Ibu Juliet. Pertemuan diakhiri dengan sejumlah langkah aksi yang akan ditindak lanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama.