Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Prof Dadang Sunendar
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Prof Dadang Sunendar
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan meluncurkan produk kebahasaan dan kesastraan. Peluncuran produk kebahasaan dan kesastraan tersebut dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, Senin (28/10/2019).

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar, Mendikbud Nadiem Makarim menyambut dengan gembira peluncuran produk bidang kebahasaan dan kesastraan tersebut. Kedua produk tersebut disebutnya sebagai produk yang inovatif.

Produk kebahasaan dan kesastraan yang diluncurkan Kemendikbud dalam acara tersebut antara lain adalah lima buku seri penyuluhan, Kamus ASEAN dalam Lima Bahasa, Bahan Diplomasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Bahan Belajar Bahasa Asing Pendukung Diplomasi Kebahasaan.

Selain itu, ada juga 103 Bahan Terjemahan Pendukung Diplomasi Kebahasaan, 135 Buku Gerakan Literasi Nasional, lima Kamus Vokasi, Aplikasi Layanan Ahli Bahasa, KBBI Disabilitas Netra, Buku Elektronik Interaktif dan buku Bahasa dan Peta di Indonesia.

Dikutip dari Antara, Dadang berharap produk-produk yang diluncurkan tersebut menjadi produk inovatif yang berguna bagi masyarakat dan meningkatkan literasi bahasa maupun sastra di tanah air.

Selain menyampaikan pesan Mendikbud, Dadang sebagai Kepala Badan Pengembangan Bahasa Indonesia menekankan bahwa Bulan Bahasa ini menjadi pembuktian atas kehebatan para pemuda dan para ahli sastra dalam memunculkan berbagai inovasi.

“Bulan Bahasa dan Bulan Sastra ini harus dimaknai juga sebagai bulan inovasi bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan yang sama dengan Mendikbud agar produk-produk yang diluncurkan tersebut berguna bagi semuanya.

Ia menggarisbawahi terutama pada produk KBBI bagi penyandang disabilitas netra. Ia berharap produk tersebut dalam memberikan layanan bagi penyandang disabilitas netra sehingga dapat meningkatkan literasi mereka melalui kamus yang memiliki fungsi sama dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.