Beranda Headline Kemendikbud Realokasi Anggaran UN untuk Penanganan Wabah COVID-19

Kemendikbud Realokasi Anggaran UN untuk Penanganan Wabah COVID-19

Mendikbud Nadiem Makariem
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Pemerintah akan mengalihkan alokasi anggaran ujian nasional (UN) untuk digunakan penanganan pandemi COVID-19.Karena itu realokasi anggaran UN akan segera dilakukan pasca dihapusnya UN tahun 2020.

“Kami melakukan berbagai re-alokasi anggaran. Ada beberapa yang kita tahu seperti program relawan manusia yang turut membantu penanganan COVID-19,” ujar Mendikbud Nadiem Makariem seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/3/2020).

Diakui Nadiem, saat ini sudah ada sekitar 20.000 mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi relawan kemanusiaan tersebut. Relawan itu terbagi menjadi dua yakni relawan medis dan nonmedis.

Nadiem menambahkan saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan DPR terkait perubahan alokasi anggaran tersebut.

“Dana dari UN tentunya masih ada sisa yang tidak digunakan. Itu bisa kita gunakan untuk membantu penanganan bencana COVID-19 atau mendukung pembelajaran daring,” tambah Nadiem.

Selain itu, sebagian dari dana UN akan digunakan untuk Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang akan diselenggarakan mulai tahun depan.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im, mengatakan pihaknya melakukan realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19, dengan menggeser dana untuk rapat, perjalanan dinas, yang kemudian dialokasikan untuk rumah sakit pendidikan.

“Tujuannya supaya bisa mendukung penelusuran dan sebagainya,” kata Ainun.

Ainun mengatakan setidaknya bisa terkumpul minimal Rp300 miliar hingga Rp400 miliar untuk penanganan COVID-19 tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno, mengatakan pihaknya mengidentifikasi anggaran sebesar Rp70 miliar ditingkat provinsi yang bisa digunakan untuk penanganan COVID-19.

Sementara dana BOS yang sebelumnya digunakan sekolah untuk membayar pengawas saat UN, maka dana tersebut bisa digunakan untuk menangani COVID-19 di satuan pendidikan.

Sebelumnya, pemerintah meniadakan penyelenggaraan UN jenjang SMP dan SMA pada 2020 yang bertujuan untuk melindungi peserta didik dari COVID-19.