Seorang mahasiswi asing UAD sedang menampilkan tarian pada P2K di GOR Amongrogo Yogyakarta, Rabu (20/8/2017). (foto : heri purwata)
close

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Keberadaan mahasiswa asing diharapkan bisa bermanfaat bagi mahasiswa lain dalam meningkatkan relasi global dan kemampuan bahasa asing.

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., mengungkapkan hal itu pada Program Pengenalan Kampus (P2K) susulan atau Action Training di Gedung Olah Raga Among Rogo Yogyakarta, Rabu (20/9/2017). Action Training ini diikuti 1.470 mahasiswa baru 2017, sebanyak 83 mahasiswa asing, dan 49 mahasiswa angkatan 2016 yang belum mengikuti P2K.

“Mahasiswa asing yang kuliah di UAD semakin banyak. Kehadiran mereka bisa dijadikan untuk menambah relasi, utamanya untuk belajar bahasa asing. Kami menginginkan dengan belajar di UAD mahasiswa bisa lebih maju. Mahasiswa harus terus menggali potensi, mengasah, serta mengembangkannya,” kata Kasiyarno.

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno saat memberikan sambutan pada P2K di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Rabu (20/9/2017). (foto : istimewa)

Kasiyarno berharap lulusan UAD menjadi sarjana muslim yang memiliki kemampuan unggul di bidang ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan seni. Menurutnya, saat ini masa depan tidak hanya ditentukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dipengaruhi keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi dan prestasi di bidang akademis maupun nonakademis.

“Jangan sampai Anda sia-siakan kesempatan kuliah. Ilmu yang Anda peroleh akan memengaruhi masa depan. Ikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan di UAD. Ada banyak organisasi, unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan komunitas untuk mengembangkan potensi. Kunci keberhasilan adalah semangat, yaitu semangat untuk terus berbenah dan mengupgrade diri sendiri,” katanya.

Sementara Ketua Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) PP Muhammadiyah, Dr. Chairil Anwar mengatakan mahasiswa baru termasuk generasi emas di tahunn 2045 mendatang. Karena itu, mahasiswa baru harus membekali diri dengan berbagai kemampuan agar menjadi generasi yang produktif di usia 45 tahun.

UAD, kata Chairil Anwar, memiliki 16 program atau media untuk menyemai bakat dan kemampuan mahasiswa. “Mahasiswa yang bakat menjadi pemimpin bisa masuk organisasi BEM, DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa),” kata Chairil.

Selain itu, jelas Chairil, mahasiswa bisa mengasah kreativitasnya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Program ini bisa menjadi media untuk belajar tulis menulis hasil penelitian ilmiah dan kewirausahaan. Diharapkan karya-karya mahasiswa UAD bisa lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). “Ketika PIMNAS digelar di UMY, beberapa tahun lalu, PKM UAD bisa mengalahkan PKM UGM,” tandas Chairil.