close

JAKARTA, MENARA62.COM– Sekretaris Jenderal Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi Ainun Naim mengatakan isu-isu ilmu pengetahuan dan teknologi masih belum membumi di kalangan masyarakat, termasuk di perguruan tinggi. Karena itu dibutuhkan forum kehumasan yang berfungsi menjelaskan kapasitas iptek dan inovasi kepada masyarakat.

“Forum kehumasan pemerintah kedudukannya sangat penting dan strategis untuk menjelaskan kapasitas iptek dan inovasi kepada masyarakat terutama menjelang Hakteknas 10 Agustus mendatang, ” ujar Ainun saat membuka resmi Temu Tematik Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah, Rabu (12/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widyastuti, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi serta 113 humas kementerian, lembaga dan BUMN. Sedang agenda pokok dari forum ini terkait peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-22 yang pada tahun ini mengangkat tema “Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan”.

Adapun narasumber dalam forum ini adalah Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe dan Asisten Deputi Pendayagunaan Iptek Maritim Kemenko Maritim Nani Hendiarti.

Lebih lanjut Ainun menjelaskan bahwa forum ini juga penting untuk membangun serta meningkatkan sinergi dan daya saing Indonesia di bidang Iptek dan inovasi.

“ Sebagai bagian dari Pemerintah, kita mempunyai kewajiban untuk mensosialisasikan Iptek di Indonesia, termasuk tentang Hakteknas,” kata Ainun.

Rosarita Niken Widyastuti menjelaskan bahwa Forum Bakohumas merupakan aset strategis dalam mendesiminasikan program pemerintah kepada masyarakat. Niken yakin melalui forum ini, informasi mengenai Iptek dan Hakteknas akan semakin dikenal lebih luas di masyarakat.

“ Media sosial anggota Bakohumas memiliki lebih dari 20 juta followers,” ujar Niken.

Niken mengatakan bahwa Hakteknas merupakan reaktualisasi dari anak bangsa yang mampu membuat teknologi tingkat tinggi dan teknologi tepat guna. Hakteknas juga bisa mendorong anak-anak muda Indonesia untuk bisa menjadi lebih kreatif dan inovatif. “ Masyarakat harus mempunyai kepedulian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” harap Niken.

Sementara itu Jumain Appe mengatakan bahwa peringatan Hakteknas 2017 bukan hanya bersifat seremonial, namun Haktenas merupakan pijakan bagi pengembangan Iptek dan Inovasi ke depan.  “ Tema Hakteknas 2017 Pembangunan Maritim Berbasis Inovasi sesuai dengan semangat Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” ungkap Jumain.

Jumain menambahkan ada lima hal yang sangat penting untuk menggelorakan iptek dan inovasi yakni Academic, Bussiness, Government, Community dan Media, disingkat dengan ABGCM. Dengan sinergi yang baik antar kelima elemen tersebut, Jumain yakin Iptek dan Inovasi Indonesia akan semakin berkembang maju dan dapat menaikkan daya saing bangsa.

Nani Hendiarti menyampaikan langkah- langkah yang telah ditempuh pemerintah untuk mewujutkan target Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Nani mengatakan ada lima pilar mewujudkan target tersebut yakni Komitmen untuk membangun kembali budaya maritim Indonesia, Komitmen untuk menjaga dan mengelola sumber daya laut, mendorong pengembangan infrastruktur dan konektifitas maritim, diplomasi maritim dan membangun kekuatan pertahanan maritim.

Nada Marsudi mengatakan bahwa Forum Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) pada hari ini merupakan forum yang pertama kalinya dilaksanakan oleh Kementerian Ristekdikti semenjak penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi  Kementerian Pendidikan Kebudayaan pada tahun 2014 lalu.  Nada berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat terbangun sinergitas dalam rangka pendistribusian informasi mengenai peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 22.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sebagai humas kita berkewajiban menyebarkan dan memberitakan kabar baik mengenai program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat,” pungkas Nada.