Keterangan foto: Mendikbud RI, Muhadjir Effendy didampingi Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam (paling kanan) menuliskan kesan pesan saat melaunching buku karya siswa.
close

SOLO, MENARA62.COM – Mendikbud Muhadjir Effendy melaunching buku karya siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo yang berjudul “Harmoni Kampung Ramadan” bersamaan dengan peresmian gedung SMP dan SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Jumat (4/10/2019).

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan yang berisi pengalaman siswa kelas V SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo saat mengikuti program Kampung Ramadan di desa Tegalsari, Sambi, Boyolali pada Ramadan tahun lalu. Para siswa menuliskan pengalaman mereka tinggal di rumah-rumah penduduk pedesaan sekaligus mengikuti kegiatan keseharian bersama mereka.

Launching buku ditandai dengan penulisan kesan pesan dan penandatanganan oleh Mendikbud RI, Muhadjir Effendy. Pesan yang disampaikan Mendikbud adalah pentingnya sekolah mempertajam kompetensi 5 C siswa untuk memasuki era revolusi industri 4.0. Kompetensi tersebut adalah critical thinking (berpikir kritis), communication skill (kemampuan berkomunikasi), collaboration (kolaborasi), cerativity (kreatifitas), dan confidence (percaya diri).

Mendikbud juga terkesan dengan penerbitan buku karya siswa SD ini. “Bagus, hebat, anak SD bisa membuat buku,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Mendikbud mengajak sekolah untuk meningkatkan level belajar sesuai dengan level PISA.

“Apa yang menyebabkan PISA rendah? Kesalahan meletakkan standar pembelajaran yang masih memakai standar LOTS (Low Order Thingking Skil) atau standar berpikir rendah, yaitu mengetahui, menghafal, menjawab” terangnya.

Ia menambahkan bahwa PISA memakai standar HOTS (High Order Thingking Skill), dengan kriteria bernalar kritis, mengevaluasi apa saja yang dikerjakan (penilaian), dan mencari solusi.

Wakasek bidang Kesiswaan dan Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Muhamad Arifin mengaku bangga buku karya siswanya dilaunching langsung oleh Mendikbud. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah terus mendorong kepada siswa maupun guru untuk terus meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan membaca dan menulis.

Ia menambahkan bahwa sekolah sudah memfasiitasi perpustakaan yang representatif, pojok baca di tiap kelas, dan pelatihan untuk meningkatkan budaya literasi.

“Akhir Oktober nanti, bertepatan dengan peringatan bulan bahasa, sekolah juga akan melaunching cafe literasi, yaitu perpustakaan mini yang disetting seperti cafe yang berada di halaman sekolah,” pungkasnya.

Mendikbud melihat dan membaca buku karya siswa SD Muh PK Kottabarat