Banjir rob rendam kawasan Muara Angke (ist/wartakota)
close

JAKARTA, MENARA62.COM -Gerhana bulan penumbra yang terjadi 11 Januari 2020 dapat memperparah banjir rob jika diiringi intensitas curah hujan yang tinggi. Hal itu dikatakan pakar lingkungan hidup dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Suprihatin seperti dikutip dari Antara, Jumat (10/1/2020).

“Kondisi tersebut jika terjadi berbarengan dengan curah hujan yang tinggi bisa berdampak parah pada lingkungan terutama di wilayah pesisir pantai,” kata Suprihatin.

Ia menjelaskan dampak tersebut dikarenakan pada saat bersamaan air laut naik kemudian ditambah pula air datang dari darat sehingga potensi banjir jauh lebih besar.

Kondisi tersebut, menurutnya, akan lebih buruk di daerah-daerah pesisir pantai karena berhadapan langsung dengan laut.

Terkait hal itu, Suprihatin menyarankan agar ke depan pemangku kepentingan melakukan pencegahan atau mitigasi bencana jangka panjang di antaranya penanaman mangrove di wilayah pantai.

“Penanaman mangrove merupakan salah satu solusi jangka panjang, tapi kalau dilakukan dalam jangka pendek itu tidak mungkin,” katanya.

Terkait dampak terburuk bagi lingkungan dan masyarakat, ia menyarankan agar pemerintah mencarikan solusi untuk serapan air terutama di daerah pesisir pantai yang berpotensi besar terkena banjir rob.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga yang berada di wilayah pesisir terutama yang sering terdampak rob untuk lebih waspada apalagi saat musim hujan.

“Karena air pasang maksimum yang terjadi rutin akan mengganggu drainase utama yang menuju ke laut. Apalagi ketika terjadi hujan deras,” kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo.