Pengkajian Ramadhan Muhammadiyah Juga Bahas Post-Truth
Pengkajian Ramadhan Muhammadiyah Juga Bahas Post-Truth
close
JAKARTA, MENARA62.COM — Pengkajian Ramadhan Muhammadiyah Juga Bahas Post-Truth.  Bahasan ini menjadi salah satu topik di sesi hari Senin (13/5/2019). Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Aula Syafruddin Prawiranegara, Institute Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) di JakartaAhad (12/5/2019).
Mukhaer Pakkana, Rektor ITB AD mengatakan, kegiatan pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah kali ini mengangkat tema ‘Risalah Pencerahan dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan ; Tinjauan Ekonomi, Politik, dan Sosial Budaya’.
“Tema kali ini merujuk pada sidang tanwir Muhammadiyah Bengkulu yang menghasilkan keputusan Risalah Pencerahan dengan pertimbangan, umat Islam agar menyebarkan pesan dan praktik islam yang menyebarkan kemanusiaan dan kebangsaan,” katanya.
Kegiatan Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di ITB-AD ini diikuti 629 peserta dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah/’Aisyiyah, Daerah, Majelis-majelis, dan organisasi otonom dari berbagai daerah di Indonesia.
Mukhaer mengatkaan, dalam kehidupan sehari-hari masih dijumpai pengalaman Islam yang masih belum menunjukkan pencerahan, seperti penyebaran berita bohong dan kebencian serta sikap hidup yang bedanya antara lisan dan perbuatan. Ini menjadi salah satu perhatian khusus pada pengkajian Ramadhan ini.
Ia menjelaskan, ada beberapa materi yang akan disampaikan dalam Pengkajian PP Muhammadiyah di ITB AD, diantaranya Wasathiyah Islam; Makna dan Konstektualitasasinya dalam Membangun Peradaban Umat dan Bangsa; Islam dan Demokrasi untuk Persatuan Kedaulatan Bangsa; Reinvensi Pendidikan Nasional untuk Penguatan Karakter dan Keadaban Bangsa; Meneguhkan Identitas Islam yang Berkemajuan dalam Era Post-Truth; Rekonstruksi dan Revitalisasi Ekonomi Pancasila dalam Mewujudkan Keadilan Sosial; Wasathiyah Islam dalam Konteks Perdamaian dan Peradaban Global; Demokratisasi dan Politik Indonesia Pasca Pemilu 2019; Transformasi Nilai-nilai Risalah Pencerahan dalam Pemajuan Perempuan, dan Islam yang Melayani; Aktualisasi Risalah Pencerahan dalam Filantropi dan Kemanusiaan.
“Materi tersebut akan disampaikan oleh 21 narasumber selama tiga hari,” ujarnya.