Temu media Hari Gizi Nasional 2020 (ist)
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Perbaikan gizi tidak melulu menjadi dominasi anak balita. Perbaikan gizi perlu pula dilakukan pada remaja, mengingat saat ini banyak remaja yang mengalami masalah gizi.

“Masalah gizi pada remaja mulai dari terlalu kurus, obesitas, anemia dan gangguan gizi lainnya,” kata Direktur Gizi Masyarakat, Kemenkes, Dhian Probhoyekti, pada temu media Hari Gizi Nasional 2020 bertema Gizi Optimal untuk generasi Milenial, Jumat  (24/1/2020).

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek dan sangat pendek.

Selain itu terdapat 8,7% remaja usia 13-15 tahun dan 8,1% remaja usia 16-18 tahun dengan kondisi kurus dan sangat kurus. Sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obesitas sebesar 16,0% pada remaja usia 13-15 tahun dan 13,5% pada remaja usia 16-18 tahun.

Data tersebut kata Dhian, merepresentasikan kondisi gizi pada remaja di Indonesia yang harus diperbaiki. Berdasarkan baseline survey UNICEF pada tahun 2017, ditemukan adanya perubahan pola makan dan aktivitas fisik pada remaja.

Menurut Dhian, sebagian besar remaja menggunakan waktu luang mereka untuk kegiatan tidak aktif, sepertiga remaja makan cemilan buatan pabrik atau makanan olahan, sedangkan sepertiga lainnya rutin mengonsumsi kue basah, roti basah, gorengan, dan kerupuk.

Perubahan gaya hidup juga terjadi dengan semakin terhubungnya remaja pada akses internet, sehingga remaja lebih banyak membuat pilihan mandiri. Pilihan yang dibuat seringkali kurang tepat sehingga secara tidak langsung menyebabkan masalah gizi.

Perbaikan gizi pada remaja jelas Dhian, bisa dilakukan melalui intervensi gizi spesifik seperti pendidikan gizi, fortifikasi dan suplementasi serta penanganan penyakit penyerta perlu dilakukan. Tujuannya untuk meningkatkan status gizi remaja, memutus rantai inter-generasi masalah gizi, masalah penyakit tidak menular dan kemiskinan.

Dhian mengingatkan bahwa gizi baik menjadi landasan setiap individu mencapai potensi maksimal yang dimiliki.