ilustrasi: radioaktif
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menemukan paparan radioatif diatas ambang normal di perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Fakta tersebut ditemukan pada kegiatan pemantauan radioaktif yang dilakukan Unit Pemantau Radioativitas Lingkungan Bergerak (mobile RDMS-MONA) pada 30-31 Januari 2020.

Dalam keterangan pers seperti dilansir dari laman bapeten, Kepala Biro Hukum, Kerja Sama,dan Komunikasi Publik BAPETEN Indra Gunawan mengatakan pada 30-31 Januari 2020, Bapeten melakukan uji fungsi dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan KampusITI, PerumahanBatan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

Secara umum nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan jelas Indra, menunjukkan nilai normal (paparan latar). Namun pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J.

Atas hasil tersebut, lalu tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar area terpapar, dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal.

BAPETEN diakui Indra telah melakukan koordinasi dengan ketua RT setempat, dan memasang safety perimeter(garis pembatas) di lokasi dengan laju paparan yang tinggi, disaksikan oleh ketua RT. BAPETEN dan BATAN juga telah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk dilakukan analisa lebih lanjut di laboratorium PTKMR-BATAN.

Berdasarkan hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan sebelumnya, maka tim gabungan BAPETEN dan BATAN melakukan upaya pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan di atas.Kegiatan pencarian telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2020 yang menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif.

Setelah pengangkatan serpihan sumber radioaktif tersebut, dan dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan, namun masih di atas nilai normal. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut, dan perlu dilakukan kegiatan dekontaminasi dengan cara pengambilan/pengerukan tanahyang diduga telah terkontaminasi dan pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi.

BAPETEN secara resmi telah bertemu dengan pengurus RT/RW di lingkunga perumahan Batan Indah untuk menjelaskan kronologi kejadian dan tindakan apa yang akan diambil oleh tim gabungan BAPETEN dan BATAN dalam menangani kejadian ini. Tim BATAN dan BAPETEN telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang/terjadi pencemaran.

Tim BATAN juga telah melakukan kegiatan dekontaminasi tersebut dengan melakukan pengerukan tanah dan pemotongan pohon/tanaman, dengan didampingi tim BAPETEN. Material yang diambil, selanjutnya dikirim ke PTLR-BATAN untuk diolah lebih lanjut.

Berdasarkan pengukuran laju paparan setelah pelaksanaan kegiatan dekontaminasi, diperoleh hasil bahwa laju paparan menggalami penurunan yang signifikan, namun masih tetap di atas nilai normal, sehingga proses dekontaminasi masih perlu dilanjutkan sehingga diperoleh nilai laju paparan kembali normal.

Tim BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting(WBC)terhadap beberapa warga di sekitar lokasi. Laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah blok H, I, J dan lapangan voli blok J terukur pada batas normal.

Untuk alasan keselamatan, warga dihimbau untuk tidak memasuki lokasi terdampak kontaminasi hingga batas trotoar dan lapangan voli.

Pemantauan radioatif itu sendiri mulai dilakukan oleh BAPETEN sejak tahun 2013 sebagai bentuk kesiapsiagaan nuklir, menggunakan unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS –MONA). Untuk menjamin kehandalan unit MONA tersebut, maka BAPETEN melakukan uji fungsi secara rutin dengan melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek.