close

BATU, MENARA62.COM — Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Internasional (AALI) Santosa mengatakan, diplomasi dagang harus dijalankan pemerintah dengan langkah nyata. Misalnya menggerakkan diplomat Indonesia untuk melakukan negosiasi datang.

“Diplomasi ini jangan hanya di media, tapi wujudkan dalam bentuk aturan dan mengirim tim diplomat untuk melakukan negosiasi datang,” ujarnya di Batu, Rabu (23/1/2018) malam dalam gathering media awal tahun.

Menurutnya, usaha meningkatkan diplomasi dagang ini, untuk mengatasi dampak kampanye hitam tentang kelapa sawit Indonesia, terutama yang datang dari negara-negara di Eropa.

“Apalagi, sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia,” jelasnya.

Santosa meyakini, hanya negosiasi dagang baik secara global maupun unilateral,  merupakan jalan keluar paling efektif dan beradab dalam mencegah dampak kampanye hitam sawit Indonesia dalam perdagangan minyak sawit ke depan.

Santosa memimpin AAL sejak April 2017 itu mengaku bangga karena  sejumlah pejabat penting, termasuk  Presiden Joko Widodo, Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan sejumlah legislator telah mendukung komoditas sawit.

“Bahkan Menteri Luar Negeri sendiri juga bicara tentang sawit Indonesia,” ujarnya.