close

TANGERANG, MENARA62.COM– Selama 21 tahun beroperasi di Indonesia, Sanken mampu memproduksi 2,6 juta unit mesin cuci. Data tersebut menjadi bukti bahwa produk perusahaan elektronik rumah tangga lokal ini diterima oleh masyarakat Indonesia.

Melihat tingkat penerimaan konsumen yang tinggi tersebut, Sanken menargetkan  300.000 unit mesin cuci akan diproduksi sepanjang tahun 2017 ini. Target tersebut diyakini bakal terlampaui  mengingat Sanken mampu menyediakan produk berteknologi canggih Jepang.

“Teknologi ini berkat bantuan insinyur-insinyur dari Jepang yang sangat handal dan berpengalaman di pabrik Sanken. Jadi yang kita tawarkan kualitas Jepang dengan harga yang kompetitif,” kata Eric Tirtajasa, Direktur  PT Sanken Argadwija, di sela peluncuran mesin cuci di pabrik Sanken Argadwija, Curug, Tangerang dalam siaran persnya yang diterima Menara62.com, Rabu 903/05/2017).

Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan mesin cuci diyakini akan terus meningkat seiring makin bertambahnya kaum midle class (kelas menengah) di Indonesia. Terlebih banyak pula asisten rumah tangga yang lebih menyukai penggunaan mesin cuci untuk urusan cucian baju karena jauh lebih praktis.

Menurutnya, peluang pasar mesin cuci di Indonesia bisa dibilang cukup menjanjikan. Didukung oleh gaya hidup masyarakat yang kian modern, terutama mereka yang hidup di perkotaan, dengan aktivitas yang makin padat, membuat masyarakat sangat membutuhkan mesin cuci sebagai alat yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga mereka.

Pihaknya menyadari, dalam memilih mesin cuci, masyarakat memiliki beberapa pertimbangan yang mempengaruhi mereka dalam memilih mesin cuci yang tepat. Di antaranya adalah kapasitas, fitur, faktor harga, ketahanan, kenyamanan, dan hasil yang memuaskan. Dan Sanken menjawab kebutuhan ini.

Eric menambahkan, kontribusi revenue penjualan mesin cuci dari semua produk Sanken sendiri  mencapai 18% dari total produk. Tahun ini, Sanken pun menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara tahun depan ditargetkan mendapatkan market share sebesar 15%.

Menyambut Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei, Sanken menargetkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mesin cuci buatannya mencapai 80% dan pada tahun depan ditargetkan sebesar 85%.

Bagi Sanken, ini salah satu cara memaknai Harkitnas dalam upaya memupuk semangat nasionalisme. Semangat perjuangan rakyat Indonesia pada masa lalu seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan sejarah semata.

“Harus juga bisa dimaknai untuk bisa memberi inspirasi dan melahirkan semangat untuk berinovasi. Harus menjadi suntikan energi bagi generasi saat ini dalam mengambil peran positif untuk mengisi kemerdekaan,” tegasnya.