Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif Dr. Purnomo Ananto, MM,
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Politeknik Negeri Media Kreatif Indonesia (Polimedia) siap mengimplementasikan gagasan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diinisiasi oleh Mendikbud Nadiem Makariem. Sebelum gagasan tersebut dilontarkan, sebenarnya Polimedia telah melaksanakannya terutama dalam hal magang di BUMN dan industry.

“Sekarang kita tinggal menguatkan saja. MoU dengan BUMN dan industry akan ditambah dan diperluas,” kata Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif Dr. Purnomo Ananto, MM, Rabu (12/2/2020).

Menurut Ananto, ide magang kerja di BUMN dan industry besar merupakan ide yang sangat bagus. Karena dalam program magang ini ada tiga hal yang dapat diperoleh kampus. Yakni keterlibatan industry untuk ikut menyusun kurikulum, kebersediaan industry menerima mahasiswa untuk magang dan hasil dari magang tersebut direkrut oleh industry untuk menjadi pegawai atau karyawannya.

Ananto mengakui program magang kerja yang diterapkan di Polimedia telah membuat lulusan Polimedia lebih siap terjun ke dunia kerja. Berdasarkan penelitian ternyata 82,3 persen lulusan Polimedia terserap di dunia kerja.

“Paling tinggi desain grafis, sebanyak 89 persen lulusan langsung bekerja. Ini luar biasa,” tambah Ananto.

Untuk mengimplementasikan gagasan magang kerja, Polimedia lanjut Ananto membutuhkan lebih banyak lagi industry maupun BUMN sebagai tempat magang mahasiswa. Sebab dalam setahun rata-rata ada 1000 mahasiswa yang membutuhkan tempat magang.

Meski cukup besar kebutuhan tempat magang, Ananto mengakui tidak kesulitan mencari industry atau BUMN untuk magang mahasiswa Polimedia. Alasannya, program studi yang dibuka di Polimedia bukanlah jenis program studi ‘pasaran’. Artinya program studi tersebut masih langka, sehingga justeru menjadi rebutan BUMN maupun industry.

“Yang terjadi adalah industry berebut meminta mahasiswa kita magang. Habis itu mereka juga minta lulusan kita bekerja. Sudah banyak perusahaan telpon dan menanyakan kesediaan mahasiswa,” tukas Ananto.

Kini untuk lebih optimal implementasi dari gagasan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Polimedia menunggu juknis dari 5 produk Permendikbud yang dijadikan sebagai payung hukum gagasan Merdeka Belajar. Jika juknis sudah terbit, maka Polimedia akan segera menyusun langkah lebih lanjut lagi guna memperkuat implementasi gagasan Merdeka Belajar.

Ananto mengakui gagasan Merdeka Belajar telah membuat kampus benar-benar merdeka. Terutama dosen yang selama ini terlalu terbebani dengan tugas-tugas administrative.