Presiden Direktur Shinkenjuku, Keiko Toyoizumi,memberikan keterangan pers terkait kejuaraan matematika Shinkenjuku tingkat nasional ketiga
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Mengasah ketrampilan berhitung siswa Indonesia, lembaga bimbingan belajar (Bimbel) khusus matematika Shinkenjuku gelar kejuaraan matematika tingkat nasional ketiga (The 3rd Shinkenjuku Math Championship). Kejuaraan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terkait pengenalan soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada ujian nasional.

“Sejak tiga tahun lalu Shinkenjuku sebagai bimbingan belajar khusus matematika sudah lebih dulu memperkenalkan soal HOTS melalui materi ajar pilihan untuk generasi emas Indonesia,” kata Presiden Direktur Shinkenjuku, Keiko Toyoizumi, Kamis (23/1/2020).

Dan yang terbaru adalah peluncuran seri buku kemampuan berpikir berjudul Kangaeru yang dirancang khusus agar anak berpikir dalam, kritis, inovatif, dan out of the box.

Menurut Keiko, Shinkenjuku tak sekedar menyajikan materi-materi yang menantang. Melalui kompetisi matematika tingkat nasional tersebut, Shinkenjuku juga berupaya mengasah dan mengukur ketrampilan berpikir tingkat tinggi anak-anak Shinkenjuku.

Kejuaraan kompetisi matematika Shinkenjuku yang digelar 18 dan 26 Januari 2020 terdiri dari babak penyisihan yang diikuti oleh para member di setiap outlet Shinkenjuku dan babak final yang akan diiikuti oleh peserta yang berhasil menjadi peringkat teratas di masing-masing outlet Shinkenjuku di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Kejuaraan Matematika Shinkenjuku Basir Jovan mengatakan memahami matematika membutuhkan literasi yang baik. Pada anak-anak dengan kemampuan literasi yang lemah ternyata mengalmi kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal matematika.

“Sebagian besar anak Indonesia, mengalami kesulitan begitu mengerjakan soal cerita pada matematika,” jelasnya..

Karena itu, Jovan berpendapat kemampuan literasi maupun numerasi harus berjalan beriringan, karena sama-sama dibutuhkan oleh anak. Jika dilihat matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah sosial, maka literasi sangat penting untuk memetakan numerasi itu sendiri.

Hal yang sama juga dikatakan Direktur Benesse Indonesia Tatsunosuke Suzuki. Menurutnya untuk mempelajari matematika, hal terpenting adalah anak dapat memahami konsepnya. Karena dengan memahami konsep, anak akan mudah menemukan jawaban bahkan dengan lebih dari satu cara.

Shinkenjuku sendiri menargetkan dalam lima tahun ke depan dapat menambah 200 outlet baru di Indonesia guna memfasilitasi orangtua milenial yang ingin membekali anak dengan HOTS. Dengan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, Shinkenjuku ingin berkontribusi nyata pada pendidikan Indonesia melalui peningkatan kemampuan anak-anak Indonesia di bidang akademik.