Warga sedang memotong bunga pinus untuk dijadikan teh. (foto : istimewa)
close

MAGELANG, MENARA62.COM — Bunga pinus (strobilus betina) sangat melimpah di Dusun Bulu Duwur, Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Namun warga belum memanfaatkan kekayaan tersebut untuk dijadikan sebagai komoditi yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Melihat kondisi tersebut, empat mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang berinisiatif mengolahnya menjadi teh kantong herbal. Keempat mahasiswa UM Magelang adalah Hanik Musyarofah, Siti Mudayanah, Wulan Septiani, dan Irna Listiyani.

Hasil penelitian yang mereka lakukan dituangkan dalam suatu karya berbentuk proposal pengabdian masyarakat berjudul “ Tekas Bina Mekanist.” Proposal ini berhasil lolos seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2017 bersama 27 proposal mahasiswa UM Magelang lainnya.

“Selama ini di Dusun Bulu Duwur, Ropoh, Kepil, Wonosobo, bunga pinus hanya dimanfaatkan sebagai among geni atau untuk menyalakan api ketika hendak memasak. Bahkan tak jarang bunga pinus hanya dibiarkan membusuk begitu saja oleh masyarakat sekitar,” kata Hanik Musyarofah, ketua tim peneliti PKM teh bunga pinus di Magelang, Selasa (6/6/2017).

Warga Dusun Bulu Duwur mengemas teh bunga pinus ke dalam kantong kecil-kecil. (foto : istimewa)

Lebih lanjut Hanik mengatakan timnya berupaya memanfaatkan bunga pinus sebagai teh kantong herbal . Cara memproduksinya cukup mudah mulai dari proses pemotongan bunga, pencucian, penjemuran, penyangraian, penumbukan, dan pengemasan dalam kantong serta kemasan dalam kardus.

“Berdasarkan penelitian ilmiah terbukti bahwa teh herbal bunga pinus mampu meningkatkan imunitas tubuh. Bunga pinus yang kaya anti oksidan juga bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan, menjaga tubuh tetap fit, menjaga kecantikan kulit, melindungi dan meningkatkan fungsi organ tubuh, dan pertumbuhan tubuh,” jelas Hanik.

Kata Hanik, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan kelompok Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) yang diikuti 30 peserta. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sehingga dapat mencetak generasi muda yang memiliki sumber daya manusia lebih baik. Selain itu mereka juga berharap, kegiatan pengabdian tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Dusun Bulu Duwur yang masih menganggur.

Warga sekitar sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Sebab bunga pinus yang semula dinilai tidak berguna ternyata memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh dan bahkan memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi.

Syahman Jumeno, Kepala Desa Ropoh mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para mahasiswa yang telah membagikan ilmunya kepada warganya. Kegiatan ini telah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga Desa Ropoh. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berkesinambungan sehingga warga dapat terus memanfaatkan bunga pinus yang tidak hanya bernilai medis tapi juga ekonomis.