Muchlas (kiri) menyerahkan gunungan kepada Ki Seno Nugroho sebelum pementasan 'Wisanggeni dadi Ratu' di Kampus Utama UAD, Sabtu (18/1/2020). (foto : heri purwata)
close

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (18/1/2020), menggelar wayang kulit untuk memperingati Milad ke-59 di Kampus Utama Ring Road selatan Yogyakarta. Wayang kulit mengetengahkan lakon ‘Wisanggeni Dadi Ratu’ dengan Ki Dalang Seno Nugroho dan menampilkan bintang tamu Elisha Orcasus Alasso & Sihono.

Dijelaskan Rektor UAD, Dr. Muchlas, M.T., pagelaran wayang kulit ini dimaksudkan untuk mensyukuri prestasi yang telah diraih selama ini. Di antaranya, tahun 2019 UAD menjadi perguruan tinggi yang bagus di Indonesia dan macanegara; di bidang penelitian dan inovasi, UAD menjadi klaster pertama; kinerja pengabdian masyarakat naik tingkat dari klaster Memuaskan menjadi Unggul; bidang publikasi karya ilmiah, UAD masuk peringkat 14 SINTA PTS/PTN se-Indonesia, satu-satunya perguruan tinggi swasta; mahasiswa juga meraih medali emas dan menjadi peringkat 12, satu-satunya PTS yang meraih emas di Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) di Bali.

Dengan pretasi itu, kata Muchlas, UAD dituntut untuk lebih banyak pretasi lagi agar menjadi universitas yang lebih baik lagi. “Seluruh civitas akademika UAD memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu layanan catur dharma perguruan tinggi, di tingkat nasional dan internasional. Sesuai dengan visi UAD menjadi perguruan tinggi yang diakui secara internasional dan dijiwai nilai-nilai Islam,” kata Muchlas.

Karena itu, lanjut Muchlas, civitas akademika UAD bertekad terus meningkatkan karya maksimal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia adil dan makmur. Meskipun UAD mewujudkan visi internasional, tetapi tetap menjaga agar jati diri sebagai bangsa Indonesia tetap eksis yaitu melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia dan pitutur luhur.

“Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Wisanggeni dadi Ratu’ dengan Dalang Seno Ki Nugroho sebagai wujud melestarikan budaya. Wayang kulit ini disiarkan TV Muhammadiyah, streaming YouTube, PWKS streaming, dan Dalang Seno Channel. Semoga pagelaran wayang kulit ini menjadi tontonan, tuntunan yang adiluhung,” kata Muchlas.

Wayang kulit ini dihadiri penggemar Ki Seno Nugroho yang tergabung dalam PWKS (Penggemar Wayang Ki Seno Nugroho) dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Muchlas juga mendaftarkan diri sebagai anggota PWKS.

Namun Muchlas langsung diterima sebagai penasehat PWKS yang ditandai dengan pengalungan selempang. Pengalungan selempang tanda anggota PWKS dilakukan Penasehat PWKS, GBPH Yudhaningrat.