Didi Junaedi
Jadilah Pendamai
close

‎“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih ‎bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang ‎yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri ‎atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan ‎tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, ‎Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, ‎Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali Imran : 190-191)‎

Bumi yang terhampar, langit yang terbentang, siang dan malam yang ‎datang silih berganti merupakan tanda kekuasaan Allah SWT yang begitu ‎nyata bagi mereka yang berakal.‎

Setiap peristiwa kehidupan yang kita alami dan rasakan, selalu ‎menyimpan pelajaran berharga untuk kehidupan kita selanjutnya. Setiap ‎episode kehidupan yang kita lalui selalu menyisakan hikmah tak ternilai di ‎kemudian hari. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. ‎

Pengalaman pahit serta kegetiran hidup yang kita alami dan rasakan, ‎akan menjadi tempaan untuk kedewasaan kita di masa yang akan datang. ‎Kegagalan dan kekecewaan yang kita rasakan akan menjadi batu loncatan ‎untuk melesatkan kualitas diri kita di masa depan. Kesemua pelajaran ‎berharga dan tak ternilai itu, hanya bisa kita dapatkan ketika kita mau melihat ‎dengan pandangan jauh ke depan, bukan dengan pikiran sempit dan picik ‎yang hanya melihat suatu peristiwa dari sudut pandang negatif.‎

Di sisi lain, kesuksesan yang saat ini kita raih, kemudahan hidup yang ‎sekarang kita dapatkan, popularitas yang tengah kita nikmati, bisa menjadi ‎batu sandungan yang akan menggelincirkan kehidupan kita di masa yang ‎akan datang. Hal ini bisa terjadi, jika kita tidak berpikir jauh ke depan, lalai ‎dan hanya terpaku pada kondisi saat ini yang bersifat sementara.‎

Sekali lagi, tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Apa yang kita ‎anggap buruk dan tidak bernilai, sangat mungkin adalah hal paling berharga ‎yang akan kita nikmati kelak di kemudian hari. Sedangkan apa yang kita ‎anggap baik dan berharga saat ini, bisa jadi justru berakibat buruk bagi kita ‎untuk masa depan kita.‎

Agama mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berpikir positif ‎‎(husnuzhan), baik kepada sesama, lebih-lebih kepada Tuhan. Hanya mereka ‎yang selalu berpikir positiflah yang akan merasakan betapa hidup ini indah. ‎Hanya mereka yang bersikap optimislah yang akan dapat menikmati setiap ‎episode kehidupan yang dijalani.‎

Tuhan sesuai persangkaan hamba-Nya kepada-Nya. Jika seorang ‎hamba selalu mengingat Tuhan (berpikir positif tentang Tuhan) di dalam ‎dirinya, maka Tuhan pun akan mengingatnya dalam diri-Nya. Demikian ‎dinyatakan dalam sebuah Hadis Qudsi. ‎

Orang yang selalu berpikir positif akan menyadari sepenuh hati bahwa ‎tidak ada satu hal pun yang sia-sia di dunia ini. Setiap peristiwa, kejadian, ‎serta pengalaman baik yang menyenangkan atau menyedihkan, ‎membahagiakan atau mengecewakan, semuanya mengandung pesan, ‎pelajaran serta hikmah untuk kita semua.‎

Menyadari serta meyakini, bahwa tidak ada satu pun yang tercipta dan ‎terjadi di dunia ini sia-sia adalah ciri ulul albab, yaitu sosok manusia dengan ‎kadar dan kualitas intelektual plus spiritual yang tinggi. Mereka ini adalah ‎orang-orang yang selalu menyinergikan antara pikir dan dzikir. Mereka adalah ‎manusia-manusia pilihan, yang cerdas otak dan hatinya. Mereka adalah sosok ‎hamba-hamba Tuhan yang memiliki otak cemerlang dan hati yang jernih. Bagi ‎mereka, seluruh jagat raya dan seisinya adalah hamparan pelajaran penting ‎yang diberikan Tuhan untuk terus digali dan dikaji dengan rasionalitas dan ‎spiritualitas.‎

Pada akhirnya, hasil dari olah pikir dan dzikirnya mengantarkan ‎mereka pada sebuah pernyataan yang sangat indah: “Ya Rabb Kami, Tiadalah ‎Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah ‎Kami dari siksa neraka.” ‎

Ruang Inspirasi, Selasa (25/2/2020).