close

PURWOKERTO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto membuka empat program studi (prodi) baru. Keempat prodi itu yaitu, Program Studi Magister Manajemen (MM), Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Program Studi Magister Pendidikan Dasar, dan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris.

Pembukaan keempat prodi ini berdasarkan Surat Keputusan dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Nomor 582/KPT/I/2017 (MM dan IPS), 617/KPT/I/2017 dan 524/KPT/I/2017.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I UM Purwokerto, Dr Anjar Nugroho S Ag MSi  dalam acara tasyakuran dan peluncuran publikasi UM Purwokerto di halaman Rektorat UM Purwokerto, Rabu (10/1/2018).

Dengan dibukanya empat prodi baru dan profesi S1 Kebidanan tersebut, UM Purwokerto telah membina 38 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 12.000 orang.

“Keluarnya ijin penyelenggaraan empat prodi dan profesi S1 Kebidanan ini juga menjadikan UM Purwokerto semakin mendunia. Dengan Visi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Menjadi Universitas yang unggul, modern dan Islami. UM Purwokerto menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat secara profesional, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan tuntutan zaman,” katanya.

Anjar menjelaskan, UM Purwokerto merupakan perguruan tinggi swasta terbesar di Jawa Tengah bagian barat. UM Purwokerto menempati peringkat ke 2 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) terbaik di Jawa Tengah, dan peringkat ke 6 di Indonesia.

Sementara itu Rektor UM Purwokerto Dr H Syamsuhadi Irsyad MH menyebutnya sebagai catatan emas dibidang akademik pada tahun 2017. “Saya berharap melalui Dr Anjar Nugroho di bidang akademik, ke depan semua prodi di UM Purwokerto terakreditasi A, dan memiliki banyak program S2, dan bisa membuka Program Doktoral. Hal ini merupakan sebuah resolusi di tahun 2018 ini,” katanya.

Ia menambahkan, pada kesempatan yang akan datang akan melaunching pusat-pusat studi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, diantaranya Pusat Studi Ekonomi Kesehatan di pimpin oleh Didik Setiawan Phd, Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDKP UMP) di pimpin oleh Dr Anjar Nugroho, MSI, MHI, serta Centra HAKI (Lembaga Hak atas Kekayaan Intelektual) dipimpin oleh Dr Ugung Dwi Ario W MSi.

“Saya berharap besar peran pusat studi dalam menghasilkan banyak riset. Ini tak lepas dari tujuan strategis jangka panjang Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang bertekad menjadi universitas unggulan di level nasional dan internasional di tahun 2021,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Rektor, UMP secara aktif mengikuti perkembangan industri dan teknologi yang mengacu pada Agenda Riset Nasional (ARN) 2015-2019, dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MPE3EI) 2025.

“Saya sangat berharap, dengan lahirnya pusat kajian, dapat mendukung  Key Performance Indicator (KPI) sebuah perguruan tinggi, memiliki visi kegiatan yang real dalam kegiatan riset dan kajian,” pungkasnya.