Menkes dr Terawan. (ist)
Menkes dr Terawan. (ist)
close

JAKARTA, MENARA62.COM – Wabah pneumonia berat di Kota Wuhan Tiongkok telah menyebabkan satu pasien meninggal dunia. Data terakhir menyebutkan 59 warga Kota Wuhan menderita penyakit pneumonia berat dan kini telah diisolasi.

Meski telah menelan korban jiwa, sejauh ini organisasi kesehatan dunia WHO belum menetapkan pembatasan perjalanan (travel alert) ke Tiongkok. Pemerintah setempat masih bekerja keras untuk mengungkap penyebab penyait tersebut.

Menkes Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) RI dalam siaran persnya menyebutkan bahwa hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa.

“Pemerintah setempat tengah melakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” kata Menkes.

Guna menghindari penularan penyakit tersebut, Menkes mengingatkan bagi masyarakat Indonesia yang bepergian dari wilayah Tiongkok untuk menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup. Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan susah bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Jika ada tanda-tanda seperti itu, agar segera ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan hygiene diri termasuk cuci tangan. Itu yang saya minta terus digalakkan di lingkungan masyarakat,” ucap Menkes Terawan.

Hingga saat ini, kata Terawan, tidak ada laporan penularan pneumonia ke Indonesia. Selain itu juga pneumonia di Tiongkok belum ditemukan apakah berkaitan dengan SARS atau tidak.

“Memang ini gejalanya pneumonia, tapi belum mampu mendeteksi ini arahnya ke SARS, MERS CoV, dan WHO tidak mengeluarkan travel warning untuk membatasi perjalanan ke sana, imbauan saya untuk masyarakat tetaplah hidup sehat, makan cukup, istirahat cukup, itu paling penting menghdapi situasi seperti ini,” katanya.

Menkes Terawan menambahkan kepada masyarakat Indonesia tidak perlu panik, Kemenkes sudah melakukan upaya preventif dan deteksi terutama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Dari semua pintu masuk ke Indonesia di bandara atau pelabuhan sudah di aktifkan termoscanner untuk mendeteksi siapa saja yang masuk ke Indonesia terutama dari negara lain.

“Itu upaya preventif kita untuk mendeteksi adanya kasus pneumoni maupun kasus yang lain, SARS yang mungkin bisa masuk ke Indonesia bisa terdeteksi dengan cepat sehingga kita bisa melakukan tindakan yang benar,” ucap Terawan.