32.2 C
Jakarta

Bantu Ibu Bekerja Mengasuh Anak, Kementerian PPPA Canangkan Daycare

Must read

Muhammadiyah Pekalongan Dirikan 17 Dapur Umum Berbasis Masjid Mushola

  Pekalongan, MENARA62.COM-Banjir yang terjadi di Kabupaten dan Kota Pekalongan menjadi bencana banjir yang cukup lama berlangsung karena sudah berlangsung lebih dari tiga minggu. Sementara...

Ketum Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Laksanakan Vaksinasi Covid-19 di RS PKU Jogja

  YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir Bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini telah melaksanakan vaksinasi covid-19 di...

Dukung Implementasi Kampus Merdeka, 10 Perguruan Tinggi Bentuk Konsorsium iHiLead

JAKARTA, MENARA62.COM – Tujuh perguruan tinggi nasional dan tiga perguruan tinggi asing sepakat membentuk konsorsium Indonesia Higher Education Leader (iHiLead). Pembentukan konsorsium tersebut bertujuan...

Asa Membangun Pesantren di Amerika

Apa yang tidak mungkin dalam hidup ini? Jika ada kemauan, maka ada jalan. Begitu pepatah petitih yang selalu diajarkan pada kita semua dalam banyak...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mencanangkan program daycare guna membantu perempuan atau ibu bekerja dalam hal pengasuhan anak. Daycare ini berperan sebagai rumah singgah yang ramah bagi anak dalam mengurangi permasalahan sosial dan mendukung perlindungan anak menuju Indonesia layak anak (IDOLA) 2030

Lenny N. Rosalin, Deputi Menteri PPPA bidang Tumbuh Kembang Anak mengatakan daycare sangat penting dilakukan karena pertumbuhan jumlah balita di Indonesia tinggi yaitu sebanyak 22 juta. Jumlah tersebut menduduki prosentase sekitar 1/3 dari 79,5 juta total yang jumlahnya 30% dari total penduduk Indonesia berusia anak yang berasal dari 81,2 juta jumlah keluarga.

“Kondisi pengasuhan anak di Indonesia hampir 4% balita mendapatkan pengasuhan tidak layak, 4,76% oleh keluarga orang lain, 8,43% ibu kandung saja, 84,33% diasuh keluarga inti, dan 2,51% diasuh oleh bapak saja,” ujar Lenny dalam acara Rakor Harmonisasi Daycare di chanel Kemen PPPA Kamis, (12/11/2020).

Diakui Lenny, anak yang tinggal bersama keluarga lainnya angkanya jauh lebih tinggi di perdesaan dibandingkan di perkotaan. Hal ini dikarenakan sulit mencari pengasuh, mahalnya tempat penitipan anak, dan lebih percaya kakek/nenek yang mengasuh.

Kondisi tersebut menurut Leny sebagai ibas dari pergeseran di mana partisipasi pekerja perempuan meningkat menjadi 51% secara global. Di Indonesia sendiri ada 61,8% wanita bekerja di sektor informal seperti buruh pabrik. Inilah yang mengidikasikan adanya anak yang tumbuh kembangnya terganggu.

“Inilah yang melatar belakangi Kemen PPPA berkordinasi dengan konfederasi persatuan buruh Indonesia (KPBI) agar anak yang ibunya bekerja bisa mendapat pengasuhan yang layak dengan mengusulkan adanya tempat penitipan anak bagi tenaga buruh dan Daycare adalah the best interest of our children,” ungkap Lenny.

Sambungnya, Kemen PPPA juga menetapkan standarisasi taman pengasuhan anak bagi pekerja dengan menetapkan 5 komponen daycare diantaranya penyelenggaraan, sumber daya, sarana dan prasarana, perangkat manajemen, dan protocol penanganan resiko bencana dan new normal yang tujuannya adalah memastikan tumbuh kembang anak yang berkualitas karena selama di daycare anak akan menghabiskan 1/3 dari waktu hidup anak dan daycare sangat berperan dalam perlindungan anak.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammadiyah Pekalongan Dirikan 17 Dapur Umum Berbasis Masjid Mushola

  Pekalongan, MENARA62.COM-Banjir yang terjadi di Kabupaten dan Kota Pekalongan menjadi bencana banjir yang cukup lama berlangsung karena sudah berlangsung lebih dari tiga minggu. Sementara...

Ketum Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Laksanakan Vaksinasi Covid-19 di RS PKU Jogja

  YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir Bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini telah melaksanakan vaksinasi covid-19 di...

Dukung Implementasi Kampus Merdeka, 10 Perguruan Tinggi Bentuk Konsorsium iHiLead

JAKARTA, MENARA62.COM – Tujuh perguruan tinggi nasional dan tiga perguruan tinggi asing sepakat membentuk konsorsium Indonesia Higher Education Leader (iHiLead). Pembentukan konsorsium tersebut bertujuan...

Asa Membangun Pesantren di Amerika

Apa yang tidak mungkin dalam hidup ini? Jika ada kemauan, maka ada jalan. Begitu pepatah petitih yang selalu diajarkan pada kita semua dalam banyak...

Ikut Organisasi Mahasiswa Dapat Tingkatkan Softskill

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Mengikuti organisas mahasiswa (Ormawa) dapat meningkatkan kemampuan softskill mahasiswa. Kemampuan ini akan berguna dan mendukung kesuksesan saat memasuki dunia kerja setelah...