27.5 C
Jakarta

Bupati Lahat Pertama Yang Disuntik Vaksin Covid – 19

Baca Juga:

Workshop Kominfo: Yuk, Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai upaya mensosialisasikan program pemerintah di Bidang Kelautan dan Perikanan 2020-2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian...

PAN Sleman Suntik Militansi dengan Pelatihan Kader Amanat Dasar dan Saksi Pemilu

SLEMAN, MENARA62.COM - DPD Partai Amanat Nasional  Kabupaten Sleman terus menambah amunisi dan militansi kadernya dengan menggelar Pelatihan Kader Amanat Dasar (LKAD) dan pelatihan...

Platform Pembelajaran Digital Sebagai Sarana Pembelajaran Modern Guru

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjawab tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di masa pandemi COVID-19 saat ini, Kementerian Kominfo bersinergi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia...

Bangun Kenyamanan Berusaha, Sleman Susun Raperda Penyelenggaraan Perizinan Daerah

SLEMAN, MENARA62.COM - Sebagai bentuk tindaklanjut UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan...

LAHAT, MENARA62.COM -– Bupati Lahat Cik Ujang, SH menjadi orang pertama yang disuntik Vaksin Covid-19 di Kabupaten Lahat. Pencanangan Vaksinasi ini berlangsung pada Senin (1/2/2021) di Pendopoan rumah Dinas Bupati Lahat.

“Forum Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lahat ini adalah sebagai suatu penanda dan pertanda bahwa pemerintah akan melakukan fungsi tugas, dan tanggung jawabnya dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat,” demikian disampaikan Bupati Lahat Cik Ujang dalam sambutan pengarahannya sebelum menerima suntikan vaksin.

Selain Bupati, jajaran Forkopimda, Ketua MUI, Persatuan Gereja Kabupaten Lahat, ketua IDI Kabupaten Lahat, dr. Fauzi Kepala RS DKT Lahat dan beberapa tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan akan menerima suntikan Vaksin Covid-19 hari ini.

“Simbolisasi penerimaan vaksin kepada pejabat publik hari ini diharapakan dapat menumbuhkan optimisme dan ini harus kita gaungkan supaya meningkatkan imun masyarakat, bahwa secara medis, kita akan menerima suntikan vaksin, tapi positif thingking akan membuat imun kita naik,” lanjut Bupati Lahat.

Usai di vaksinasi serta melakukan masa observasi selama 30 menit, Bupati Lahat selanjutnya diberikan kartu vaksin oleh Taufik PLH Dinkes Kabupaten Lahat.

Alhamdulillah, setelah memlalui beberapa tahap, usai di suntik vaksin lalu di observasi selama 30 menit tidak terdapat gejala apapun ini membuktikan bahwa vaksinasi ini cocok untuk kita semua dan kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak merasa takut pada saat disuntik vaksin nantinya,” ujar bupati.

Sementara itu, Fitrizal Homizi Ketua DPRD Lahat setelah divaksinasi menyampaikan, masyarakat tetap optimis dan mau untuk di vaksinas. “Vaksin ini halal, dan jangan takut agar masyarakat mau untuk di vaksin,” ajaknya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Lahat menyampaikan Pemberian suntikan vaksin Covid-19 lantas tidak serta merta dapat menghentikan penularan virus pandemi ini. Drs. Deswan Irsyad mengingatkan bahwa setelah mendapat suntikan vaksin, protokol kesehatan 3M harus tetap dijalankan.

“Karena terciptanya kekebalan kelompok butuh waktu dan proses. Harapannya, semua lini untuk dapat memberikan sosialisasi bahwa imunisasi ini dilaksanakan harus tetap didukung protokol kesehatan yang ketat. Jangan sampai setelah imunisasi kita abai terhadap prokes,” ujar Deswan.

Jatah

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lahat ini, Taufik PLH Dinkes Kabupaten Lahat menyampaikan bahwa Kabupaten Lahat mendapat jatah vaksin sebanyak 3800 dosis. 2844 dosis pertama akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan di seluruh Kabupaten Lahat, dan akan dilakukan pengulangan penyuntikan 14 hari ke depan. Sasaran vaksinasi selanjutnya adalah pejabat publik, lansia dengan diskresi khusus baru kemudian masyarakat umum.

Mekanisme pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan dalam 4 tahap. Pertama adalah tahap pendaftaran, dimana calon penerima vaksin harus menunjukkan KTP dan etiket dari Kementerian Kesehatan RI yg dikirimkan ke nomor handphone calon penerima vaksin. Tahap kedua adalah screening. Pada tahapan inilah ditentukan apakah calon penerima vaksin lolos screening kesehatan untuk disuntik dengan persyaratan tidak sedang bergejala sakit, tidak sedang hamil, dan tekanan darah normal.

Tahap ketiga adalah tahap penyuntikan vaksin dilanjutkan tahap evaluasi kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI). Beberapa KIPI yang mungkin terjadi adalah inflamasi pada area bekas suntikan, dan tanda kemerahan bekas suntikan.

Penulis: Dias

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Workshop Kominfo: Yuk, Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai upaya mensosialisasikan program pemerintah di Bidang Kelautan dan Perikanan 2020-2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian...

PAN Sleman Suntik Militansi dengan Pelatihan Kader Amanat Dasar dan Saksi Pemilu

SLEMAN, MENARA62.COM - DPD Partai Amanat Nasional  Kabupaten Sleman terus menambah amunisi dan militansi kadernya dengan menggelar Pelatihan Kader Amanat Dasar (LKAD) dan pelatihan...

Platform Pembelajaran Digital Sebagai Sarana Pembelajaran Modern Guru

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjawab tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di masa pandemi COVID-19 saat ini, Kementerian Kominfo bersinergi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia...

Bangun Kenyamanan Berusaha, Sleman Susun Raperda Penyelenggaraan Perizinan Daerah

SLEMAN, MENARA62.COM - Sebagai bentuk tindaklanjut UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan...

Indonesia Berpartisipasi pada Waiwai World Fair 2021 yang Digelar di Kota Shizuoka

SHIZUOKA, MENARA62.COM - Pemerintah Kota Shizuoka, Jepang, menggelar Waiwai World Fair (WWF) 2021 yang menampilkan ragam budaya berbagai negara dunia, Ahad (28/11). Sebelumnya, WaiWai...