31.5 C
Jakarta

Indonesian Tajam Dibelakan, Rapuh dibelakang

Must read

Perpres Investasi Miras Dicabut, MUI Tunggu Salinan Tertulisnya

JAKARTA, MENARA62.COM  - Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi langkah pencabutan Lampiran Perpres mengenai investasi Miras oleh Presiden Joko Widodo. MUI menunggu salinan tertulis...

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

    PABELAN, MENARA62.COM-Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menjalani asesmen lapangan secara online pada Jumat-Sabtu (26-27/2/21). Asesmen...

Kajian Bulanan UMS: Prof Din Syamsudin Sampaikan 7 Aspek Islam Wasathiah. Begini Penjelasannya

  PABELAN, MENARA62.COM-Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005 - 2015 , Prof. Din Syamsudin kembali menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (25/2/21). Kali...

Sinergi Perguruan Tinggi dengan Industri Penting untuk Kedaulatan Teknologi

BANDUNG, MENARA62.COM – Era disrupsi akan menyebabkan 23 juta pekerjaan hilang karena tergantikan oleh mesin, robot, dan sistem automasi. Namun, di sisi lain akan...

Jakarta – Ketajaman lini depan Indonesia jadi modal mereka lolos ke final Piala AFF 2016. Meski demikian, lini belakang ‘Merah Putih’ rapuhnya minta ampun.

Indonesia berhasil melangkahkan kaki mereka ke Final AFF Suzuki Cup 2016 usai bermain imbang 2-2 dengan Vietnam di leg kedua semifinal, Rabu (7/12/2016) yang dihelat di My Dinh Stadium.

Menang 2-1 di leg pertama, Indonesia lolos dengan agregat total 4-3 untuk menjejakkan kaki di final kelimanya sepanjang sejarah turnamen ini.

[ Baca juga: Final Kelima untuk Indonesia ]




Selain mengembalikan tradisi final lagi setelah absen di dua edisi terakhir, Indonesia juga terus mempertahankan ketajaman mereka di turnamen ini dengan total mencetak 10 dari lima pertandingan atau rata-rata dua gol per pertandingan.

Dari 10 gol tersebut, Boaz Solossa jadi pemain tertajam dengan sumbangan tiga gol. Disusul Stefano Lilipaly yang bikin dua gol, lalu Andik Vermansah, Fachrudin Aryanto, Hansamu Yama, Lerby Eliandry, dan Manahati Lestusen masing-masing satu gol.

Ketajaman Indonesia sementara mengalahkan favorit kuat juara, Thailand, yang sudah bikin delapan gol dari empat pertandingan. Mereka masih akan menghadapi Myanmar di leg kedua semifinal, Kamis (8/12/2016) besok, di kandang sendiri.

Dengan kemenangan 2-0 di leg leg pertama, Thailand jadi favorit kuat untuk menantang Indonesia di final. ‘Gajah Putih’ pun harus diwaspadai betul oleh Indonesia yang sepanjang turnamen selalu kebobolan.

Total gol yang bersarang di gawang mereka pun sama, yakni 10 gol. Ini menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan Indonesia yang digawangi duet bek tengah, Yanto Basna dan Fachrudin, serta dua bek sayap, Abduh Lestaluhu dan Benny Wahyudi.

Indonesia yang Tajam di Depan, Rapuh di BelakangFoto: Rachman Haryanto

Thailand sejauh ini jadi tim yang paling banyak membobol gawang Kurnia Meiga saat menang 4-2 di laga perdana Grup A lalu.

Bakal jadi pekerjaan rumah yang berat untuk pelatih Alfred Riedl, karena tentu dia tak ingin kalah lagi di final seperti enam tahun lalu saat ditaklukkan Malaysia.

Masih ada waktu seminggu untuk Riedl dan tim pelatih membebani pertahanan Indonesia sebelum mereka melakoni leg pertama final.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Perpres Investasi Miras Dicabut, MUI Tunggu Salinan Tertulisnya

JAKARTA, MENARA62.COM  - Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi langkah pencabutan Lampiran Perpres mengenai investasi Miras oleh Presiden Joko Widodo. MUI menunggu salinan tertulis...

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

    PABELAN, MENARA62.COM-Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menjalani asesmen lapangan secara online pada Jumat-Sabtu (26-27/2/21). Asesmen...

Kajian Bulanan UMS: Prof Din Syamsudin Sampaikan 7 Aspek Islam Wasathiah. Begini Penjelasannya

  PABELAN, MENARA62.COM-Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005 - 2015 , Prof. Din Syamsudin kembali menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (25/2/21). Kali...

Sinergi Perguruan Tinggi dengan Industri Penting untuk Kedaulatan Teknologi

BANDUNG, MENARA62.COM – Era disrupsi akan menyebabkan 23 juta pekerjaan hilang karena tergantikan oleh mesin, robot, dan sistem automasi. Namun, di sisi lain akan...

DJSN Yakin BPJAMSOSTEK Mampu Wujudkan Jaminan Sosial yang Berkualitas

JAKARTA, MENARA62.COM - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyerahkan petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P Tahun 2021 kepada Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi...