31.5 C
Jakarta

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

Must read

Sinergi Perguruan Tinggi dengan Industri Penting untuk Kedaulatan Teknologi

BANDUNG, MENARA62.COM – Era disrupsi akan menyebabkan 23 juta pekerjaan hilang karena tergantikan oleh mesin, robot, dan sistem automasi. Namun, di sisi lain akan...

DJSN Yakin BPJAMSOSTEK Mampu Wujudkan Jaminan Sosial yang Berkualitas

JAKARTA, MENARA62.COM - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyerahkan petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P Tahun 2021 kepada Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi...

Muhammadiyah Keberatan Dengan Perpres Miras

JAKARTA, MENARA62.COM -- Muhamamdiyah Keberatan dengan perpres miras. Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang antara lain menyatakan bahwa minuman keras (miras)...

Pernyataan Sikap PP Muhammadiyah Terkait Perpres Nomor 10 Tahun 2021

Bismillāhirrahmānirrahīm Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan perhatian seksama terhadap materi Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang antara lain menyatakan bahwa minuman keras...

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang ada di Fatmawati No.22, Cilandak, Cipete Selatan, Jakarta Selatan.

Hal ini karena biasanya kedai kopi jadi tempat berkumpul, bercengkrama bahkan bekerja. Dengan adanya aturan social distancing selama pandemi Covid-19, kedai kopi menjadi sepi.

Lalu bagaimana mereka tetap bertahan di kondisi pandemi yang dahsyat ini?

Arif Dharmawan, salah satu pendiri Kedai Kopi Guyon, menceritakan sebelum ada pembatasan social berskala besar (PSBB) total pertengahan September, kedai tetap buka namun jam operasional berubah.

Kemudian Kopi Guyon juga menyediakan tempat cuci tangan, bilik disinfektan dan handsanitizer. Pihaknya juga menutup smooking room area indoor, lantai dua, ruang anak dan tempat bermusik.

“Kami juga memberi batas jarak 1,5 meter setiap meja,” katanya, Kamis (1/10/2020)

Selain langkah tersebut, sebelum PSBB ini kedai juga memberikan potongan harga untuk makanan dan minuman seharga Rp25.000 serta menurunkan harga untuk produk lain di aplikasi layanan pesan antar ojek online.

Nah setelah PSBB dilakukan, Kedai Kopi Guyon tak lagi menerima dine-in. Inovasi kembali dilakukan yaitu menurunkan harga makanan hingga 20%. Ada juga menu sharing kopi susu 1 liter dengan berbagai varian rasa.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sinergi Perguruan Tinggi dengan Industri Penting untuk Kedaulatan Teknologi

BANDUNG, MENARA62.COM – Era disrupsi akan menyebabkan 23 juta pekerjaan hilang karena tergantikan oleh mesin, robot, dan sistem automasi. Namun, di sisi lain akan...

DJSN Yakin BPJAMSOSTEK Mampu Wujudkan Jaminan Sosial yang Berkualitas

JAKARTA, MENARA62.COM - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyerahkan petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P Tahun 2021 kepada Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi...

Muhammadiyah Keberatan Dengan Perpres Miras

JAKARTA, MENARA62.COM -- Muhamamdiyah Keberatan dengan perpres miras. Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang antara lain menyatakan bahwa minuman keras (miras)...

Pernyataan Sikap PP Muhammadiyah Terkait Perpres Nomor 10 Tahun 2021

Bismillāhirrahmānirrahīm Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan perhatian seksama terhadap materi Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang antara lain menyatakan bahwa minuman keras...

PTMA Siap Terapkan ‘Merdeka Belajar, Kampus Merdeka’

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) siap menerapkan konsep belajar ‘Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).’ Saat ini PTM telah selesai menyusun...