24.5 C
Jakarta

Jelang Pilkada Serentak 2020, Tjahjo Ingatkan ASN Harus Netral dan Profesional

Must read

Legislator PKS Anis Byarwati Jabat Wakil Ketua BAKN DPR RI

JAKARTA, MENARA62.COM - Bertepatan dengan hari Perempuan Internasional,  Dr Anis Byarwati dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F PKS) - Komisi XI,  ditetapkan oleh Wakil...

Vaksinasi Covid-19 di Kemendikbud Sasar 8.750 Pegawai

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai melakukan vaksinasi bagi pegawai pada satuan kerja pusat, Senin (8/3/2021). Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-13)

Tidak Baik Terlalu Banyak Tanya. MALU bertanya sesat di jalan. Sering kita dengar pepatah ini dalam pelajaran bahasa Indonesia. Yang secara sederhana dapat kita tangkap...

Bupati Sleman Sosialisasikan Pemilihan Lurah Serentak Secara Elektronik 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan pengarahan umum terkait Pemilihan Lurah Serentak secara elektronik Tahun 2021, Selasa (8/3), di Pendopo Parasamya...

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) Tjohjo Kumolo menjelaskan dalam pilkada serentak 2020, netralitas aparatur sipil negara (ASN) harus ditegakkan dengan baik. Sebagai anggota ASN, siapapun pemimpinnya baik daerah maupun presiden harusnya netral dan profesional untuk mendukung demokratisasi yang ingin dicapai.

“ASN harus bebas dari intervensi politik serta bersih dari praktek-praktek KKN. Netralitas ASN adalah refleksi dari penyelenggaraan pemilu yang bebas, adil dan tidak memanipulasi sumber daya negara,” ujar Tjohjo Kumolo dalam Webinar Netralitas ASN Dalam Pilkada Serentak 2020, Selasa (27/10).

Selain itu, Tjohjo juga mengungkapkan bahwa selama ini masih banyak pelanggaran di lapangan yang dilakukan ASN. Pelanggaran ini disebabkan oleh adanya motif untuk mendapatkan materi/jabatan maupun proyek, adanya hubungan kekeluargaan dengan calon, kurangnya pemahaman aturan atau regulasi tentang netralitas ASN, adanya intervensi atau tekanan dari pimpinan, sanksi yang lemah, dan ketidak netralan ASN dianggap lumrah.

Tidak hanya itu, menurut Tjohjo potensi gangguan netralitas juga terjadi pada saat sebelum pelaksanaan tahapan pilkada di mana anggota ASN ikut dalam kegiatan partai politik. Pada saat tahap pendaftaran bakal calon, anggota ASN ikut deklarasi dalam deklarasi bakal calon kepala daerah dan memberikan dukungan dengan mengarahkan anggota ASN lain. Kemudian pada tahap penetapan calon, ASN ikut dalam kegiatan kampanye dan memfasilitasi kegiatan kampanye. Yang terakhir pada tahap penetapan kepala daerah terpilih, ASN ikut dalam pesta kemenangan kepala daerah terpilih.

“Siapapun pemimpinnya seharunya ASN itu harus tegak lurus dan harus menjadi perekat dan pemersatu bangsa, karena ASN membawa baju negara oleh karena itu disebut aparatur sipil negara bukan aparatur sipil pemerintah,” kata Tjohjo.

Ditambahkan juga bahwa ASN harus sadar asas netralitasnya di mana setiap pegawai ASN tidak boleh berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada siapapun. Untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan ASN Mendagri, kepala BKN, ketua KASN, serta Ketua Bawaslu melakukan penandatanganan SKB netralitas pegawai ASN yaitu SKN No. 05 tahun 2020, No.800- 2836 tahun 2020, No. 167/KEP/2020, No.6/SKB/KASN/9/2020, dan No.0314.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Legislator PKS Anis Byarwati Jabat Wakil Ketua BAKN DPR RI

JAKARTA, MENARA62.COM - Bertepatan dengan hari Perempuan Internasional,  Dr Anis Byarwati dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F PKS) - Komisi XI,  ditetapkan oleh Wakil...

Vaksinasi Covid-19 di Kemendikbud Sasar 8.750 Pegawai

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai melakukan vaksinasi bagi pegawai pada satuan kerja pusat, Senin (8/3/2021). Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-13)

Tidak Baik Terlalu Banyak Tanya. MALU bertanya sesat di jalan. Sering kita dengar pepatah ini dalam pelajaran bahasa Indonesia. Yang secara sederhana dapat kita tangkap...

Bupati Sleman Sosialisasikan Pemilihan Lurah Serentak Secara Elektronik 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan pengarahan umum terkait Pemilihan Lurah Serentak secara elektronik Tahun 2021, Selasa (8/3), di Pendopo Parasamya...

Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis Manfaatkan Reses untuk Jaring Aspirasi Warga

BANTUL, MENARA62.COM - Sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Badan Musyawarah DPRD Bantul, 5-7 Maret adalah waktu bagi seluruh anggota DPRD untuk melakukan reses...