26.4 C
Jakarta

Pemerintah Sediakan 1 Juta Formasi PPPK bagi Guru Honorer

Must read

Ditjen Dikti Dukung INCoEPP Universitas PGRI Palembang

JAKARTA, MENARA62.COM - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dikti (Ditjen Dikti) mendukung langkah yang dilakukan perguruan tinggi dalam melakukan transformasi pendidikan. Salah satunya kegiatan INCoEPP...

Legislator PKS Ingatkan Risiko Investor SWF

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyampaikan sejumlah catatan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan...

Lanjutkan Tanggap Darurat di Kalsel, MDMC Dapat Dukungan Internet Gratis dari Telkom

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan Selatan. Meski di beberapa tempat banjir sudah surut,...

Laksanakan 4 Asessmen Daring dalam Satu Bulan, UNISA Raih Rekor MURI

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi yang melaksanakan Assesmen Lapangan Daring...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan 1 juta formasi untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) bagi guru honorer. Hal itu disampaikan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan persnya terkait Pengumuman Seleksi Guru PPPK tahun 2021 yang disiarkan kanal Youtube, Senin (23/11/2020).

“Meski sudah dibuka formasi sebesar 1 juta guru, namun yang akan menjadi PPPK adalah yang telah lolos seleksi,” jelas Nadiem.

Ia menambahkan jika yang lolos seleksi setengah atau kurang dari target maka itulah yang akan menjadi PPPK.

Maka dari itu Nadiem berharap pemerintah daerah untuk mengajukan formasi sebanyak-banyaknya namun tetap sesuai dengan kebutuhan.

PPPK dibuka bagi guru yang sudah tercatat datanya dalam database Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud. Pemerintah mengestimasi kebutuhan guru di sekolah negeri sebanyak 1 juta guru.

Seleksi PPPK dibuka dan disediakan sebanyak 1 juta guna menyediakan kesempatan bagi guru honorer terbaik yang ingin menunjukan kompetensinya tanpa dibatasi.

“Guru honorer bisa punya kemerdekaan untuk membuktikan dirinya, apakah mereka punya kompetensi untuk menjadi aparatur sipil negara,” ujar Nadiem.

Kriteria yang bisa mengikuti seleksi PPPK ini adalah guru honorer di sekolah negeri maupun swasta yang terdaftar di Dapodik, dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang saat ini belum mengajar.

Proses seleksi akan dilakukan secara daring, dipastikan bagi yang sudah lolos seleksi akan langsung menjadi PPPK, dan pemerintah telah menyiapkan anggaran bagi peserta yang lolos seleksi.

Nadiem mengatakan untuk seleksi PPPK tahun 2021 akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini semua guru honorer dan lulusan PPG dapat mendaftar dan mengikuti seleksi, sedang dulu yang mendaftar terbatas sehingga menyebabkan banyaknya guru honorer yang mengantre.

Pendaftar diberikan kesempatan hingga 3 kali percobaan. “Jika gagal dalam seleksi pertama bisa belajar kembali dan mengulang ujian lagi pada tahun yang sama ataupun tahun depan,” jelasnya.

Kemendikbud menyediakan modul pembelajaran secara daring. Hal ini dilakukan guna membantu pendaftar untuk mempersiapkan diri.

Jika tahun lalu pemerintah daerah yang menyiapkan anggaran untuk membiayai peserta yang lolos PPPK, kini pemerintah pusat yang akan menyediakannya. Begitupun dengan biaya penyelenggaraan akan ditanggung pemerintah pusat.

Nadiem menyampaikan pemerintah daerah tidak perlu khawatir karena seluruh anggaran akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Ditjen Dikti Dukung INCoEPP Universitas PGRI Palembang

JAKARTA, MENARA62.COM - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dikti (Ditjen Dikti) mendukung langkah yang dilakukan perguruan tinggi dalam melakukan transformasi pendidikan. Salah satunya kegiatan INCoEPP...

Legislator PKS Ingatkan Risiko Investor SWF

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyampaikan sejumlah catatan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan...

Lanjutkan Tanggap Darurat di Kalsel, MDMC Dapat Dukungan Internet Gratis dari Telkom

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan Selatan. Meski di beberapa tempat banjir sudah surut,...

Laksanakan 4 Asessmen Daring dalam Satu Bulan, UNISA Raih Rekor MURI

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi yang melaksanakan Assesmen Lapangan Daring...

MDMC Kalimantan Selatan Didukung Layanan Internet Gratis di Poskor

  KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM- Hingga hari ini Selasa (26/01) Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan selatan. Meski di...