25.6 C
Jakarta

Prof. Musa: Perguruan Tinggi Dapat Membantu Digitalisasi UMKM

Must read

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

JAKARTA, MENARA62.COM– Di masa pandemi Covid-19, digitalisasi menjadi solusi paling tepat untuk mengembangkan UMKM. Karena itu, perlu didorong pelaku UMKM untuk segera beradaptasi dengan teknologi digital dalam menjalankan roda usahanya.

Untuk memudahkan pelaku UMKM beradaptasi dengan teknologi digital, tentu perlu dukungan stakeholder seperti lembaga Litbang, Perguruan Tingggi, dan Kementerian/Lembaga yang ada, termasuk industri e-commerce.

Menurut Prof. Dr. Ir. H.Musa Hubeis, Ketua PS MPI SPs Universitas IPB, di masa pandemi Covid-19 kegiatan orang berkumpul menjadi berhenti. Kondisi ini membuat UMKM harus mengubah strategi. Pelaku UMKM harus melakukan inovasi dengan digitalisasi.

“Kita harus mulai berfikir, bagaimana digitalisasi dilakukan dan tentunya harus bertahap karena investasinya besar untuk bisa mengembangkan UMKM karena potensi UMKM tidak bisa diabaikan,” ujarnya, saat menjadi narasumber pada webinar bertema Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Digitalisasi UMKM, Sabtu (19/9/2020).

Data tahun 2018 menunjukkan bahwa UMKM adalah penggerak utama perekonomian Indonesia dengan berkontribusi 60.34% terhadap PDB nasional, 97,02% penyerapan tenaga kerja, 99% total lapangan kerja serta 58,18% total investasi.

Musa menilai, mengembangkan teknologi digital dengan menerapkan ke berbagai jenis usaha seperti UMKM dan membuat klaster teknologi untuk masing-masing pelaku UMKM merupakan hal yang sangat perlu dilakukan. Digitalisasi UMKM ini seperti e-dagang atau e-keuangan. 

Diakui Musa, mengembangkan UMKM tidak mudah. Hal ini karena karakteristik yang sangat kecil, padat karya dan pendidikan bagi pelaku usaha UMKM juga terbatas. Selain  itu UMKM belum memiliki infrastuktur dasar untuk masuk ke ekosistem digital.

Untuk itu, peran perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan literasi guna menerapkan digitalisasi. Hal ini karena peluang dari digitalisasi pengembangan UMKM yang menerapkan aplikasi berbasis big data dengan program klaster berbasis teknologi merupakan upaya  untuk melakukan lompatan ke masa depan. Misalnya e-commerce dan fintech dengan backbone Teknologi Informasi (TI).

Menurut Musa dengan mengerahkan mahasiswa yang KKN secara tematik bagi mahasiswa yang memiliki pengetahuan dibidang informatika dan diikuti mahasiswa disiplin lainnya bisa menjadi ujung tombak untuk bekerja dan bersinergi dalam  menciptakan klaster yang dibutuhkan pelaku UMKM. Diharapkan dari KKN ini, mahasiswa mampu membuat skripsi-skripsi yang yang bermanfaat utk pengambilan kebijakan melalui riset operasional.

Untuk mencapai digitalisasi UMKM, menurut Musa perlu menerapkan strategi transformasi dengan mengembangkan 5 pola seperti segi perencanaan (plan), segi manufer (play), segi pola (pattern & position), dan akhirnya bisa menghasilkan perspective bahwa digitalisasi bukan untuk mematikan yang konfensional tapi untuk melengkapi kemampuan UMKM untuk mengembangkan pasar.

Untuk mencapai strategi ini, diperlukan analisis SWOT yaitu SO/KP (strenght/kekuatan untuk memanfaatkan Opportunities/peluang) dan ST/KA (strenght untuk menghindari dan mengatasi Treats/ancaman). Perguruan tinggi harus melakukan pembinaan berjenjang secara konfrehensif yang dimulai dari pemrosesan hingga memasarkan produk yang dihasilkan. Perguruan tinggi sebaiknya menggerakkan instrumennya seperti mengembangkan UMKM center, pusat pengembangan SDM, sentra kekayaan intelektual, dan inkubator bisnis dan teknologi untuk membantu UMKM dengan memanfaatkan dana CSR misalnya dari PT.Telkom, Kapal Api dan lainnya.

“Tantangan selalu ada namun bisa di persiapkan dan dipetakan, dan semua bisa dipecahkan dengan berfikir secara dikotomi (50:50) jadi permasalahan bisa dipecahkan dengan kata lain, media sosial menjadi hal yang sangat penting saya kira,” tutup Musa.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...