25.6 C
Jakarta

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

Must read

Kawan Vaksin, Relawan yang Bertekad Sukseskan Vaksinasi Corona di Tanah Air

Jakarta, Menara62.com - Hasil riset yang dilakukan oleh Lapor Covid-19, bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menunjukkan angka sekitar 69 % masyarakat Indonesia, ragu-ragu atau...

Hadiri Webinar RS Siloam Semarang, dr Fahmy: Ini Cara Mudah Jaga Imunitas Ibu Hamil

JAKARTA, MENARA62.COM - Selama masa pandemi semua orang akan lebih memperhatikan asupan makanan yang sehat dan cukup untuk selalu menjaga imunitas tubuh. Demikian pula...

Rangsang Produksi ASI Melalui Pijat Oksitosin

BANDUNG, MENARA62.COM - Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya, untuk mendukung pertumbuhan si kecil. ASI eksklusif...

Masyarakat Bisa Dukung Tugas Tenaga Medis Atasi Covid-19 dengan Menerapkan PHBS

JAKARTA, MENARA62.COM - Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan untuk dapat melindungi diri ketika sakit. Termasuk pada saat pandemi Covid-19, di mana tenaga kesehatan telah menjadi...

JAKARTA, MENARA62.COM– Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pelaku UMKM dan masyarakat umum yang abai terhadap protokol Covid-19.

Selain itu, kurang maksimalnya petugas patroli dalam mengawasi, menjadikan masyarakat tidak terlalu peduli dan sadar akan bahaya Covid-19.

Di sepanjang Jalan Kapuk Kamal Raya Jakarta Barat, misalnya, masih banyak terlihat pelaku UMKM yang tidak memakai masker dan menerima pembeli makan di tempat tanpa jaga jarak.

“Kalau siang lumayan sepi karena kadang ada patroli, malam lumayan ramelah,” ujar salah satu pedagang bakso Rabu, (30/9/2020).

Pedagang bakso tersebut tidak mengenakan masker saat melayani pembeli. Bahkan kursi yang disiapkan di lokasi tempatnya mangkal tidak diatur jaraknya sesuai protokol kesehatan.

“Biasanya jika ketahuan tidak pakai masker, petugas hanya memberikan teguran dan sanksi sosial seperti menyapu jalan,” ujar Abdi, warga.

Selain itu, faktor ekonomi menjadi alasan utama pelaku UMKM tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka enggan memakai masker saat berjualan dengan alasan memakai masker membuat sesak dan tidak leluasa ketika bekerja.

Mengutip data CNN Indonesia, Jakarta Barat adalah salah satu wilayah dengan tingkat kematian akibat Covid-19 lebih dari 100 kasus pada lima wilayah kota. Hingga 30 September tercatat angka kematian di Jakarta Barat akibat Covid-19 mencapai 251 kematian dan disusul Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Suasana Jalan Kamup Kamal Muara di siang hari, banyak Pelaku UMKM tidak mengenakan masker.

 

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kawan Vaksin, Relawan yang Bertekad Sukseskan Vaksinasi Corona di Tanah Air

Jakarta, Menara62.com - Hasil riset yang dilakukan oleh Lapor Covid-19, bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menunjukkan angka sekitar 69 % masyarakat Indonesia, ragu-ragu atau...

Hadiri Webinar RS Siloam Semarang, dr Fahmy: Ini Cara Mudah Jaga Imunitas Ibu Hamil

JAKARTA, MENARA62.COM - Selama masa pandemi semua orang akan lebih memperhatikan asupan makanan yang sehat dan cukup untuk selalu menjaga imunitas tubuh. Demikian pula...

Rangsang Produksi ASI Melalui Pijat Oksitosin

BANDUNG, MENARA62.COM - Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya, untuk mendukung pertumbuhan si kecil. ASI eksklusif...

Masyarakat Bisa Dukung Tugas Tenaga Medis Atasi Covid-19 dengan Menerapkan PHBS

JAKARTA, MENARA62.COM - Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan untuk dapat melindungi diri ketika sakit. Termasuk pada saat pandemi Covid-19, di mana tenaga kesehatan telah menjadi...

Bahas Mobil Bekas nan Berkelas, Tugu Insurance Kolaborasi dengan Bimmeroom

JAKARTA, MENARA62.COM -- Dalam hal inovatif dan kreatif PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) rupanya tak mau ketinggalan. Pasalnya, baru-baru ini Tugu...