26.1 C
Jakarta

Toekang Ketjos, Bisnis Unik Dua Kawan Lama

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi memberikan dampak finansial kepada hampir seluruh pelaku usaha di dunia. Tak terkecuali dengan Obin dan Derry. Mereka berdua sebelumnya memiliki usaha masing – masing yaitu dibidang event dan kuliner food truck.

Obin dan Derry menceritakan awal mula dari bisnisnya ini dalam live streaming dengan tema “Ubah Krisis Jadi Peluang, Kiat Wirausaha Kala Pandemi” yang disiarkan live di kanal Youtube Suaradotcom pada Jum’at (30/10/2020).

Memiliki hobi yang sama yaitu menjahit, Obin dan Derry yang merupakan teman lama kembali bertemu sejak 3 bulan pandemi melanda Indonesia. Pada pertemuan inilah mereka mencoba memulai membuat usaha jasa costum handstiching dan handwork.

Untuk dapat memulai usaha, Obin dan Derry masing-masing mencoba memaksimalkan potensi yang dimiliki. Mereka mencari tahu apa yang disukai, dan apa yang mau. Setelah menemukan apa yang disuka, baru membuat produk atau jasa.

“Awalnya kita tanpa modal, benang, jarum yang ada di rumah, potongan kain kita minta sama teman yang punya konveksi, kita bikin karya yang bagus saja supaya menarik,” jelas Obin.

Nama dari usaha mereka adalah Toekang Ketjos. Ketjos dalam bahasa Sunda berarti jahit manual atau jelujur. Teknik jahit yang mereka pakai adalah teknik sashiko, yang berasal dari Jepang.

Costum yang mereka tawarkan ada sepatu, baju, celana, topi dan hal lain yang berhubungan dengan fashion. Untuk menggunakan toekang ketjos tidak hanya dengan memberikan costum produk baru, namun bisa juga dengan produk yang sudah lama.

“Nantinya produk lama tersebut akan di cover dengan teknik sashiko sehingga nantinya akan membuat produk lama menjadi lebih menarik,” ujar Obin dan Derry.

Toekang Ketjos memilih memasarkan produk mereka dari orang terdekat, mulut ke mulut dan sosial media. Hasil dari costum customer akan diposting di Instagram pribadi dan toekang ketjos. Selain itu Obin, dan Derry juga menggunakan hasil karya mereka jika hendak berpergian, “Kita juga jalan untuk memperkenalkan, dan bawa pola tambalan – tambalan yang artistik itu gimana, biar ga kaya gembel,” ujar Obin.

Jadi ketika ada yang tertarik dengan produk yang mereka gunakan bisa langsung bertanya dan custom.

Mereka sering menjahit saat berkumpul bersama teman. “Proses ngetjos sambil nongkrong, jadi nongkrong trus sambil jahit, jadi orang lihat prosesnya kaya gimana,” jelasnya.

Sedang dari sosial media, pemesanan bisa dilakukan via Instagram.

Obin, dan Derry juga kerap memberikan edukasi mengenai usaha yang mereka lakukan. “Kita mengedukasi di feed instagram, kita kasih keterangan dan tekniknya kita jelasin juga,” jelas Derry.

Toekang ketjos bekerja sama dengan salah satu tempat dan akan membuat fashion show pada 7 November yang bertepatan di pasar Kosambi, Bandung.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!