25.6 C
Jakarta

YLKI Apresiasi Kinerja Polres Lahat  Tangkap Penimbunan Elpiji Subsidi, Berharap Diusut Tuntas  Pasal Berlapis

Must read

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

LAHAT, MENARA62.COM-Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, ST. SH sangat mengapresiasi kinerja Kepolisian Resort Lahat dalam rangka mengimplementasikan program NAWACITA sebagai Visi dan Misi Presiden Joko Widodo dalam mempertahankan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang telah ada, dengan melakukan revitalisasi sektor-sektor strategis, salah satunya sub sektor minyak dan gas bumi didukung telah berlakunya Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, jelasnya saat diminta tanggapa.awak media, Sabtu (24/10/2020).

Adapun pengawasan distribusi elpiji tiga kilogram di luar agen dan pangkalan resmi, Pertamina bekerja sama dengan Pemda, Hiswana Migas dan pihak Kepolisian. Hal ini telah dilakukan sesuai Peraturan Menteri ESDM No.26/2009 pengawasan diluar agen dan pangkalan merupakan tanggung jawab bersama,

Lanjut Sanderson. Langkah tegas terhadap penyalahgunaan elpigi bersubsidi ini sangat dibutuhkan dan harus didukung semua pihak, terutama PT. Pertamina (Persero) dalam menangani pola pendistribusian elpiji yang sudah carut marut dijadikan ajang bisnis, hingga sempat meresahkan masyarakat dalam dua minggu terakhir terjadi antrian. Jika masih ada pangkalan Elpiji 3 kg yang melakukan pelanggaran dalam mendistribusikan dan menjual diatas Harga Eceran Tertinggi ( HET ) segera dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU), juga bisa ditindaklanjuti ke proses hukum di Reskrimsus Polres Lahat, paparnya.

Atas temuan Polres Lahat terhadap pelaku pelanggaran memperdagangkan barang subsidi, harus dijerat pasal berlapis dengan Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1) UU RI Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan diancam sanksi pidana paling lama 4 tahun denda paling banyak Rp10 miliar dan/atau Pasal 53 huruf b Jo Pasal 23 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun dan denda paling tinggi Rp. 40 miliar rupiah serta Pasal 8 (1) Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang : huruh (a)  tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;  UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999, dengan ancaman dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp.2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).”, papar Sanderson.

Lanjut Sanderson, melihat keberanian pelaku menimbun barang bersubsidi disaat masyarakat kesulitan dan antri dimana-mana untuk memperoleh elpiji 3 kg, dapat diduga merupakan pemain lama yang sering memperdagangkan barang subsidi tanpa izin. Barang yang ditemukan dalam jumlah banyak, untuk itu kiranya Polres Lahat dapat melakukan pengembangan kasus ini ke pihak-pihak yang memasok barang subsidi tersebut, mulai dari pangkalan beserta agennya dan pihak langganan/penadah (Perusahaan, Pengusaha Hotel, Kafe dan Restoran) untuk diusut semua.

Selanjutnya Sanderson meminta kepada pihak PT. Pertamina (Persero) untuk lebih Transparan dalam penyaluran pola pendistribusian elpiji bersubsidi dengan dapat membuka data nama dan alamat pangkalan-pangkalan yang ada se-Kabupaten Lahat agar  masyarakat dapat mudah mengakses dan berperan aktif dalam mengawasi aktifitas pangkalan dan agen mendistribusikan elpiji di wilayah mereka, serta meminimalisir fenmena “panic buying” atau pembelian dalam jumlah banyak karena panik, tegasnya

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

Ingrid Kansil Kembali Pimpin IPEMI

JAKARTA, MENARA62.COM - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) menggelar Muktamar II  dengan tema “Menggerakkan Ekonomi Keumatan yang Menginspirasi Negeri”, bertempat di Gedung Soho, Pancoran,...