SLEMAN, MENARA62.COM
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto MM memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar pada Jumat hingga Ahad, 9–11 Januari 2026, di Sleman City Hall. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Susmiarto menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah di Kabupaten Sleman telah dirasakan secara nyata oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu sektor yang paling menonjol adalah pendidikan. Ia menyebut, keberadaan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan merupakan bagian dari layanan dasar yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Peran Muhammadiyah itu sangat besar, terutama di bidang pendidikan. Ini adalah layanan dasar yang sangat menentukan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sleman,” ujar Susmiarto saat memberikan sambutan dalam rangkaian pembukaan MSE #1.
Selain pendidikan, Susmiarto juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di sektor kesehatan. Melalui rumah sakit, klinik, serta berbagai program edukasi kesehatan, Muhammadiyah dinilai ikut membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.
“Di bidang kesehatan, peran Muhammadiyah juga sangat jelas. Melalui rumah sakit dan layanan-layanan edukasi kesehatan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ikut berperan membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Susmiarto juga mendorong Muhammadiyah untuk terus mengembangkan dakwah di sektor ekonomi. Menurutnya, penyelenggaraan Muhammadiyah Sleman Expo menjadi contoh konkret bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi langsung dalam penguatan ekonomi umat, khususnya di tingkat akar rumput.
“Dengan adanya expo ini, Muhammadiyah terlibat aktif sampai di level ranting, bersinergi dengan binaan-binaan dari pemerintah maupun organisasi lain. Atas kontribusi tersebut, saya menyampaikan terima kasih,” ungkapnya.
Muhammadiyah Sleman Expo #1 sendiri tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran produk, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi Ranting, Cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah di Sleman. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas tentang gerakan sosial-keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan.
Ketua PDM Sleman Harjaka menyampaikan bahwa MSE #1 merupakan sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk melihat secara langsung gerakan Muhammadiyah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga keagamaan.
Sementara itu, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, yang secara resmi membuka acara, menilai pelaksanaan expo di pusat perbelanjaan sebagai langkah berani dan kontekstual. Menurutnya, MSE #1 mencerminkan dakwah Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan selaras dengan semangat Muhammadiyah berkemajuan.
Ketua Panitia Eko Sumardianto melaporkan bahwa Muhammadiyah Sleman Expo #1 diikuti oleh 52 peserta, yang terdiri dari unsur persyarikatan, amal usaha, dan pelaku UMKM.
Melalui MSE #1, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara spiritual, sosial, dan ekonomi.


