PEKALONGAN, MENARA62.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi sekolah dan percepatan digitalisasi pembelajaran.
Hal itu disampaikan dalam dialog bersama ratusan guru di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Jumat (3/4/2026). Dialog bertajuk “Menata Fondasi Belajar, Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman dan Bermartabat bagi Guru dan Siswa” tersebut menjadi ruang diskusi arah kebijakan pendidikan nasional.
Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menyebut pemerintah menargetkan revitalisasi 71 ribu satuan pendidikan pada 2026. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat perbaikan sarana pendidikan secara menyeluruh.
“Jika anggaran disetujui, tahun ini akan ada 71 ribu sekolah yang direvitalisasi,” ujarnya.
Ia juga meluruskan isu terkait penggunaan anggaran pendidikan untuk program makan bergizi gratis. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan tidak mengganggu alokasi anggaran pendidikan.
Selain infrastruktur, pemerintah mendorong digitalisasi sekolah melalui pengadaan perangkat teknologi berupa Interactive Flat Panel (IFP). Saat ini, banyak sekolah hanya memiliki satu unit, sehingga penggunaannya terbatas.
“Tahun ini akan ditambah tiga IFP per sekolah. Totalnya hampir satu juta unit, sehingga setiap sekolah rata-rata memiliki tiga hingga empat IFP,” jelasnya.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga difokuskan pada pengembangan kompetensi guru. Kemendikdasmen menyiapkan beasiswa bagi 150 ribu guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1, serta melanjutkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan tunjangan sertifikasi. Guru non-ASN yang telah tersertifikasi kini menerima tunjangan sebesar Rp2 juta, naik dari sebelumnya Rp1,5 juta. Sementara itu, guru ASN tetap memperoleh tunjangan sebesar gaji pokok.
Rektor UMPP, Nur Izzah, menyambut baik berbagai kebijakan tersebut. Ia berharap para guru mampu mengimplementasikan program pemerintah, terutama dalam penguatan karakter siswa dan pembelajaran berbasis deep learning.
“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan fasilitas, tetapi juga membentuk karakter siswa yang lebih kuat,” ujarnya.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah optimistis kualitas pendidikan, termasuk di Pekalongan, akan meningkat baik dari sisi sarana maupun pengembangan sumber daya manusia. (*)
