26.1 C
Jakarta

Geografi Jadi Kunci Perencanaan Wilayah Berkelanjutan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional bertema “Peran Geografi dalam Mendukung SDGs di Indonesia” sebagai upaya memperkuat kontribusi ilmu geografi dalam perencanaan wilayah dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman UMS, Sabtu (6/12), dan dihadiri ratusan mahasiswa geografi.

 

Ketua Panitia, Andriyan Nurwahid, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk menjawab tantangan tata ruang serta berbagai fenomena alam yang terjadi di Indonesia.

“Tema SDGs membuka banyak aspek perencanaan wilayah dan dinamika kejadian alam. Dari sudut pandang geograf, penting memahami bagaimana mengolah dan menganalisis data spasial,” ujarnya.

 

Seminar menghadirkan dua pakar nasional. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., Guru Besar Geografi Regional Universitas Gadjah Mada. Ia memperkenalkan konsep “G=M.ST3” sebagai paradigma baru yang menegaskan urgensi ilmu geografi dalam konteks kekinian.

“Geografi mempelajari hubungan manusia dan lingkungan dalam dimensi spasial-temporal, sosial transformasional, dan spiritual transendental,” jelas Baiquni.

 

Mengulas karakter Indonesia sebagai negara kepulauan, Baiquni menekankan bahwa geograf memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan berbasis karakteristik setiap wilayah.

“Paradigma archipelago penting karena alam dan budaya menjadi kunci dalam merancang kebijakan yang sesuai dinamika di tiap pulau,” tegasnya.

 

Pembicara kedua, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Informasi Geospasial (PPKIG) Badan Informasi Geospasial, Dr. Ratna Sari Dewi, S.PI., M.Sc., menyoroti pentingnya data spasial dalam pengukuran dan evaluasi pembangunan berkelanjutan.

“Informasi geospasial penting untuk mengetahui kondisi lapangan dan menilai capaian SDGs. Analisis spasial membantu melihat perubahan di tiap daerah,” tuturnya.

 

Ketua Program Studi Geografi dan Sains Informasi Geografi UMS, Danardono, S.Si., M.Sc., menilai seminar ini sejalan dengan visi Fakultas Geografi UMS 2029, yaitu menghasilkan produk keilmuan berbasis analisis kewilayahan tropis dengan sudut pandang Islam.

“Setiap wilayah memiliki peran berbeda namun saling berkaitan. Problem di satu wilayah pasti berdampak pada wilayah lainnya,” jelasnya.

 

Ia berharap seminar ini memberi gambaran bagi mahasiswa mengenai peluang kerja di masa depan, mengingat percepatan pencapaian SDGs sangat terkait dengan kompetensi ilmu geografi.

“Mahasiswa harus memahami bahwa geografi menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!