25.1 C
Jakarta

ISETH 2025 Perkuat Kolaborasi Riset Global UMS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan posisi sebagai kampus dengan reputasi global melalui penyelenggaraan International Summit on Science, Technology, and Humanities (ISETH) 2025 dengan tema “Strategic Roles of University and Academia in Supporting Country Development“. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum., pada Rabu (10/12) di Ruang Seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor UMS menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya forum akademik internasional yang dihadiri peserta dari berbagai belahan dunia. “Kami mengucapkan selamat datang di kampus kami. Suatu kehormatan bagi kami menyambut tamu, pembicara, dan peneliti dari 33 negara untuk bersama-sama berkontribusi dalam forum ini,” ujar Harun.

Rektor menegaskan bahwa perkembangan sains, teknologi, dan humaniora menjadi isu strategis yang perlu dibahas secara kolaboratif melalui peran universitas dan komunitas akademik global. Ia juga menyampaikan capaian internasional UMS yang menunjukkan kenaikan signifikan, termasuk keterlibatan UMS dalam radar THE World University Rankings 2026 dan raihan 7 Stars QS Rating, serta kontribusi penelitian yang terus meningkat.

Tidak hanya itu, UMS memperkuat posisinya sebagai kampus berbasis STEM, dengan 68 persen program studi berada pada rumpun tersebut. “Komitmen UMS adalah menjadi World Class University pada 2029, karena itu, kami terus memperluas kolaborasi internasional dan mendorong peningkatan publikasi, riset, serta pengabdian,” jelasnya.

Rektor UMS juga mengungkapkan bahwa dari total anggaran UMS sekitar Rp1 triliun, hampir 15 persen dialokasikan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat, yang mencakup pengembangan teknologi, publikasi ilmiah, dan program pemberdayaan.

Ketua Panitia ISETH 2025, Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan ISETH tahun ini menghadirkan perkembangan signifikan. “ISETH 2025 menawarkan 17 sub-konferensi lintas disiplin, dari engineering, science, education, health, psychology, law, hingga Islamic studies. Tahun ini, sebanyak 865 paper dipresentasikan dalam seluruh sesi,” jelas Sarjito.

Ia menambahkan, peserta internasional yang ikut serta berasal dari 33 negara, di antaranya Australia, Belanda, Jepang, Malaysia, Turki, Singapura, Ghana, India, Pakistan, Inggris, hingga negara-negara di Afrika, Eropa, dan Oceania. Menurutnya, kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti meningkatnya visibilitas akademik UMS di tingkat global.

“ISETH menjadi ruang interdisipliner yang mempertemukan ilmuwan, pendidik, peneliti sosial, dan inovator untuk berbagi gagasan, metode, dan solusi yang berdampak bagi humaniora,” tambahnya.

Sarjito juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia sub-konferensi, moderator, peneliti, reviewer, serta relawan yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan acara.

ISETH 2025 menghadirkan deretan pembicara utama tingkat dunia, di antaranya: Prof. Dr. Mohd Azizuddin Mohd Sani – Universiti Utara Malaysia, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dan Prof. Bambang Setiaji – Majelis Diktilitbang Muhammadiyah.

Dengan partisipasi akademisi global dan sajian riset terbaru, Sarjito berharap ISETH 2025 mampu memperkuat jejaring kolaborasi internasional serta membuka peluang penelitian baru yang berdampak luas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!