SOLO, MENARA62.COM— Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penyelenggaraan Workshop Kurikulum bertema “Revitalisasi Kurikulum” pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Lantai 5, Gedung Pascasarjana UMS, Pendidikan Jasmani mengikutkan Pimpinan PRODI dan Tim Task Force Pendidikan Jasmani, pimpinan program studi, serta perwakilan unsur lainya dan manajemen fakultas.
Workshop ini menghadirkan narasumber utama Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., akademisi sekaligus pakar kurikulum yang dikenal produktif dalam riset dan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya FKIP UMS untuk memperbarui kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu, teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan stakeholder pendidikan.
Fokus Revitalisasi Kurikulum: Adaptif, Relevan, dan Berbasis Kebutuhan
Dalam sesi pemaparan, Dr. Laili Etika Rahmawati menekankan bahwa revitalisasi kurikulum bukanlah proses administratif semata, melainkan sebuah pembaruan komprehensif yang harus mempertimbangkan dinamika global, serta kebutuhan dunia kerja.
“Revitalisasi kurikulum bukan sekadar mengganti dokumen, tetapi memastikan kurikulum menjadi yang benar-benar menjawab kebutuhan mahasiswa, masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan,” tegas Dr. Laili.
Para peserta workshop terlibat aktif dalam sesi diskusi dan review terhadap struktur kurikulum yang berjalan, termasuk evaluasi capaian pembelajaran (CPL), pemetaan mata kuliah, strategi pembelajaran, serta model asesmen yang digunakan. Proses ini diharapkan menghasilkan kurikulum yang lebih sistematis, terukur, dan berdaya saing tinggi.
Harapan Besar dari Program Studi: Lulusan yang Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Sebagai bagian dari pimpinan Program Studi Pendidikan Jasmani, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., memberikan pernyataan mengenai pentingnya pembaruan kurikulum untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Dengan adanya revitalisasi kurikulum ini, saya berharap Program Studi Pendidikan Jasmani semakin baik dan lulusan kita semakin berdampak bagi masyarakat. Tentunya para lulusan mampu memberikan kontribusi sesuai kebutuhan stakeholder ataupun pengguna lulusan kita,” ujar Dr. Eko.
Beliau juga menegaskan bahwa kurikulum yang disusun harus mampu memperkuat karakter lulusan, mulai dari kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian hingga sosial, sejalan dengan visi FKIP UMS sebagai lembaga yang menghasilkan tenaga pendidik unggul dan berdaya saing global.
Komitmen Task Force: Penyelarasan Kurikulum yang Lebih Terarah
Ketua Tim Task Force Pendidikan Jasmani, Dr. Pungki Indarto, S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa tim telah menyiapkan berbagai strategi teknis untuk memastikan proses revitalisasi berjalan baik. Menurutnya, penyelarasan antara CPL, materi perkuliahan, dan kebutuhan dunia profesi menjadi agenda utama dalam workshop ini.
Dr. Pungki menyampaikan bahwa program studi harus mampu mendesain kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui integrasi teknologi, penguatan praktik lapangan, serta peningkatan pengalaman belajar mahasiswa.
Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi kurikulum memerlukan kolaborasi seluruh dosen, terutama dalam implementasi pembelajaran yang mengutamakan student-centered learning dan pendekatan berbasis kinerja.
Hasil Workshop: Langkah Konkret Penyusunan Kurikulum Baru
Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam workshop ini antara lain:
1. Penyelarasan Profil Lulusan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri olahraga.
2. Peninjauan ulang struktur kurikulum agar lebih ringkas, fokus, dan relevan dengan materi terkini.
3. Integrasi teknologi dan digitalisasi pembelajaran dalam setiap mata kuliah mandatori maupun pilihan.
4. Penguatan model evaluasi berbasis CPL dan rubrik asesmen yang lebih akurat.
5. Peningkatan porsi kegiatan berbasis pengalaman (experiential learning), termasuk praktik lapangan, kolaborasi dengan mitra, dan proyek inovatif.
6. Penguatan soft skills dan kompetensi abad 21, seperti komunikasi, kreativitas, critical thinking, serta kepemimpinan.
Kesepakatan ini menjadi landasan untuk penyusunan draft kurikulum lanjutan yang akan dibahas pada tahap berikutnya bersama fakultas dan senat akademik.
Komitmen FKIP UMS Terhadap Mutu Pendidikan
Dekan dan pimpinan FKIP UMS menyambut baik terselenggaranya workshop ini sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan. Revitalisasi kurikulum dianggap sebagai strategi penting untuk memastikan lulusan FKIP UMS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan adaptif, kepekaan sosial, dan kemampuan berinovasi.
FKIP UMS terus berkomitmen melaksanakan pembaruan kurikulum secara berkala, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder pendidikan, serta menghadirkan ekosistem pembelajaran yang kreatif dan berorientasi pada masa depan. (*)
